Minggu, 22 Maret 2026

Kapolri dan Panglima TNI Menghadiri Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo

Administrator - Selasa, 02 April 2019 12:26 WIB
Kapolri dan Panglima TNI Menghadiri Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo
PROBOLINGGO | SUMUT24.co Masih dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja di Provinsi Jawa Timur, Selasa (2/4/2019) pagi, Kapolri, Jenderal Polisi Prof H Muhammad Tito Karnavian Ph D bersama dengan Panglima TNI,  Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S I P, menghadiri acara Ngaji Kebangsaan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Probolinggo. Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, KH Moh  Juhri Zaini memberikan sambutan pembuka pada acara yang diselenggarakan di Aula Ponpes Nurul Jadid. K H Moh Juhri Zaini menyampaikan terima kasih dan mengungkapkan kebahagiannya atas kesediaan Panglima TNI dan Kapolri yang hadir di tengah-tengah para santri. “Kegiatan Ngaji Kebangsaan ini bertujuan untuk semakin mempererat persatuan dan kesatuan para kader bangsa dalam membangun Indonesia yang berkeadaban,” tutur KH Moh Juhri Zaini. Dijelaskan K H Juhri, bahwa jumlah santri di Ponpes Nurul Jadid mencapai 15.000 orang. “Santri di pondok pesantren ini mencapai sekitar 15.000 orang, para santri ini merupakan kader-kader bangsa,” ujarnya. Di akhir sambutannya, KH Moh Juhri Zaini memohon pengarahan dan bimbingan dari Panglima TNI dan Kapolri untuk kemajuan Ponpes dan para santri di masa mendatang. Pada kesempatan yang penuh kebersamaan tersebut, Panglima TNI memberikan orasi kebangsaan yang menggarisbawahi makna penting persatuan dan kesatuan bangsa. Panglima TNI memaparkan bahwa bangsa yang maju adalah bangsa yang persatuan rakyatnya kuat. “Akuntan dunia, Price Waterhouse Coopers, memprediksi Indonesia pada tahun 2050 akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbaik ke-4 di dunia. Syaratnya sumber daya alam, sumber daya manusia, dan stabilitas keamanan yang baik,” ucap Panglima TNI. Panglima menguraikan bahwa tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dan menjaga stabilitas keamanan. “Terdapat 4 kemampuan diri yang harus terus ditingkatkan oleh para santri, yaitu kemampuan intelektual, emosional, fisik, dan spiritual. Maka tuntutlah ilmu setinggi-tingginya,” ujar Panglima. Diakhir orasi kebangsaan, Panglima TNI mengajak seluruh pengurus dan santri yang hadir untuk berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoax, serta menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan. “Jangan biarkan hoax memecah bangsa kita. Mari bersama-sama merawat persatuan dan kesatuan bangsa demi kejayaan NKRI,” pungkas Panglima. Acara tersebut turut dihadiri oleh Pengasuh Ponpes Kempek Cirebon KH. Mustofa Aqil Siradj, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Cak Sunanto,  Kadivhumas Polri Irjen Pol M Iqbal SIK MH, serta Dankorbrimob Polri Irjen Pol Drs Ilham Salahudin SH MHum.(rel/W02)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Putra Mahkota Mohammed bin Salman Salat Id di Makkah, Jadi Sorotan di Masjidil Haram yang Dipadati Jutaan Jemaah
Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Gelar Halalbihalal Bersama Warga Aceh Tamiang
Lebaran di New York, Sandiaga Salahuddin Uno Dampingi Anak yang Segera Melahirkan
Rico Waas Ucapkan Terima Kasih atas Silaturahmi Idulfitri di Kediamannya
Maxim Gelar Program Bantuan Sosial Ramadan di Lebih dari 100 Kota dan Salurkan BHR ke 50.000 Mitra
Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus
komentar
beritaTerbaru