Minggu, 22 Maret 2026

Pasca Pembakaran Kapal Pukat Trawl, Nelayan Tradisional Tanjung Beringin Takut Melaut

Administrator - Senin, 01 April 2019 15:31 WIB
Pasca Pembakaran Kapal Pukat Trawl, Nelayan Tradisional Tanjung Beringin Takut Melaut

SERDANG BEDGAI | SUMUT24.co

Baca Juga:

Pasca terjadinya peristiwa pembakaran kapal trawl beberapa waktu lalu, suasana disekitar perairan Serdang Bedagai (Sergai) semakin mencekam, terhitung sudah 4 hari nelayan tradisional Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin takut melaut. Hal itu berdasarkan pengakuan dari Sahrudin (45), Saparudin (32) serta Pitra (39) yang merupakan nelayan rawe ciput dan nelayan jaring udang Desa Bagankuala.

Nelayan mengungkapkan, saat ini, kapal pukat trawl malah semakin mendekati perairan Bagankuala untuk menangkap ikan. Mereka (nelayan tradisional) khawatir akan terjadi bentrok dengan kawanan pukat trawl ditengah laut.

“Lebih kurang hampir 85 persen nelayan tradisional takut melaut karena kuatir akan terjadi aksi balasan. Bahkan, jumlah kapal pukat trawl asal Batubara yang melakukan penangkapan ikan di perairan Sergai semakin bertambah. Jaraknya pun hanya sekitar 1 Mil dari bibir Pantai Merdeka Bagan Kuala. Sepertinya mereka (kapal pukat trawl) mengejek,”papar ketiga nelayan itu.

Selain itu, menurut pengakuan para nelayan, pasca peristiwa pembakaran itu ekonomi mereka melemah. Tak jarang mereka harus mencari pinjaman uang guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.”Biasanya, penghasilan kami bisa Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari. Kalau sekarang, jangankan Rp50 ribu, Rp10 ribu saja tak bisa kita hasilkan. Kalau sudah begini, profesi kami terancam gulung tikar,” katanya.

Saat ditanya awak media, berapa kira-kira jumlah kapal pukat trawl yang sering masuk ke perairan Sergai, pihaknya menjawab ada sekitar 100-an kapal. Ketiga nelayan tradisional itu juga meminta, kiranya Satpolair Sergai dapat memulihkan keadaan Kamtibmas yang kondusif seperti biasa.

“Sebelum kondisi pulih, kami tak berani melaut. Kami minta kepada Satpolair Sergai, kiranya melakukan Patroli. Apalagi saat ini mendekati Pemilu, kami harap suasana bisa kondusif,” pinta nelayan Sergai.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah kapal pukat trawl asal Kabupaten Batubara, diduga dibakar nelayan yang kesal akibat ulah alat tangkap ilegal kerap beroperasi, Kamis (28/3) di bibir Pantai Merdeka Dusun I Desa Bagan Kuala Kecamatan Tanjung Beringin Sergai. Usai peristiwa tersebut, baik warga setempat, nelayan, kepala desa ataupun pihak kepolisian, tidak mengetahui siapa pemilik kapal, siapa yang membakar dan apa motif dari aksi pembakaran itu.(Bdi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Putra Mahkota Mohammed bin Salman Salat Id di Makkah, Jadi Sorotan di Masjidil Haram yang Dipadati Jutaan Jemaah
Presiden Prabowo Salat Idulfitri dan Gelar Halalbihalal Bersama Warga Aceh Tamiang
Lebaran di New York, Sandiaga Salahuddin Uno Dampingi Anak yang Segera Melahirkan
Rico Waas Ucapkan Terima Kasih atas Silaturahmi Idulfitri di Kediamannya
Maxim Gelar Program Bantuan Sosial Ramadan di Lebih dari 100 Kota dan Salurkan BHR ke 50.000 Mitra
Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026, Batasan Tahun Kelulusan Dihapus
komentar
beritaTerbaru