JAKARTA I SUMUT24
Baca Juga:
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah mengagumi buku Bumi Karema yang ditulis oleh fotografer Ruthy Bambang Waskito atau dikenal Rose Kampoong. Buku yang berisi kumpulan foto yang menggambarkan keindahan Sulawesi Utara ini menjadi inspirasi Wagub Sumut lantaran dapat menjadi media informasi mengenai kekayaan alam dan budaya sehingga dapat mengangkat pariwisata daerah.
Hal itu diungkapkan Wagub Sumut saat menghadiri peluncuran buku Bumi Karema, di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Benteng Jakarta, Rabu malam (27/3).
“Kehadiran Buku Bumi Karemaini sangat membantu sebagai promosi daerah Sulawesi Utara (Minahasa) yang kaya akan flora dan fauna juga kebudayaannya. Melalui buku tersebut jelas akan menjadi panduan atau informasi bagi masyarakat khususnya Sulawesi Utara, maupun masyarakat nasionaldan international,â€jelasnya.
Apalagi kata dia, buku ini telah mendapat dukungan dari Pemprov Sulawesi Utara, selain menjadi bahan acuan untuk pariwisata, ke depannya juga buku ini akan menjadi salah satu materi pelajaran di sekolah.
“Hal- hal seperti inilah yang sangat positif diangkat sebagai promosi daerah, saya sempat mengajak Ruthy Bambang Waskito atau Rose Kampoong untuk datang ke Sumut ,karena hobbynya yang suka traveling dan masuk kampong tersebut, tentu beliau bisa menuangkan atau mengambarkan suatu tempat lengkap dengan keberagaman flora, fauna, keindahan alam dan lainnya dalam sebuah buku,†paparnya.
Apalagi, lanjut Wagub Sumut, Sumatera Utara kaya akan berbagai budaya dan adat istiadat yang dapat diangkat kedalam sebuah buku. Tentu akan lebih banyak informasi yang bisa digali dan lebih menarik lagi, karena kekayaan Sumut tidak hanya dari alamnya tapi juga adat istiadatnya.
“Bayangkan bisa salah satu etnis/ suku di Sumut dibuat asal usul dan kisahnya, pasti lebih menarik dan sangat layak untuk diketahui generasi dan pelajar Sumut, sehingga mereka bisa mengenal daerah dan kebudayaan daerah ini,â€ujarnya.
Bila di Minahasa ada kisah Putri Karema sebagai putri pemberani dan lemah lembut, Sumut juga memiliki sosok putri yang sangat dikagumi seperti legenda Putri hijau atau Putri Titian Bulan sebagai nenek moyangnya para suku batak,
“Bila ini diangkat Saya yakin generasi atau pelajar di Sumut sangat menyukainya tentang keberadaan dan kekayaan khas daerah. Ini juga bisa menjadi muatan lokal pada mata pelajaran siswa di sekolah. Kita bisa mencontoh Pemprov Sulutyang akan menjadikan buku Bumi Karema menjadi salah satu buku pelajaran muatan lokal di sekolah, tujuannya agargenerasi muda tetap mengetahui sejarah daerahnya,â€paparnya.(W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News