Sabtu, 21 Maret 2026

Hadiri Apel Bela Negara di Sumut, Menhan RI : Politik Saya Adalah Politik Negara Mempersatukan Bangsa

Administrator - Sabtu, 16 Maret 2019 22:31 WIB
Hadiri Apel Bela Negara di Sumut, Menhan RI : Politik Saya Adalah Politik Negara Mempersatukan Bangsa

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Menteri Pertahanan (Menhan) Negara RI, Ryamizard Ryacudu menghadiri Apel Siaga Bela Negara yang dilaksanakan Kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara di Pavilion Ballroom Hotel Regali di Jalan Adam Malik Medan. Sabtu (16/3/2019) siang.

Jenderal Purnawirawan Ryamizard Ryacudu dihadapan ribuan kader Pemuda Pancasila Sumatera Utara memberikan pengarahan pada kegiatan Apel Bela Negara “Thariqah Kebangsaan”, menegaskan, kehadirannya bukan bagian dari agenda politik terkait Pemilu 2019.

“Kehadiran saya di sini tak ada sangkut pautnya dengan politik. Jangan disangkutkan dengan tahun politik. Politik saya adalah politik negara. Politik negara adalah bagaimana bangsa ini bersatu,” tegasnya.

Dalam Apel Bela Negara yang diikuti ribuan kader Pemuda Pancasila Sumatera. Ryamizard kembali mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam menjaga keutuhan NKRI. Persatuan tanpa membedakan asal, suku maupun agama dapat menangkal penyebaran faham radikalisme yang terus berupaya merongrong falsafah Pancasila.

“Kita ingat sejarah ke belakang, mulai sumpah pemuda, kesepakatan waktu proklamasi, bahwa kita dalam beragam agama. Itu yang saya sampaikan, ingat bangsa Indonesia itu dari Aceh sampai Papua, agama itu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghuco dan lain, itu Indonesia,” tandas dia.

Menurutnya, NKRI adalah harga mati, maka bicara persatuan adalah dengan tidak menjelekkan, memojokkan atau bahkan memfitnah orang lain yang tidak sekeyakinan. Terlebih mengkafirkan atau bahkan menggolongkan mereka yang tidak seagama dengan pernyataan akan masuk neraka, ujarnya.

Menhan sangat berterima kasih kepada Pimpinan Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Bung Kodrat Shah yang begitu hebatnya membina kader pemuda pancasila di Sumatera utara ini, semoga kedepannya kader pemuda pancasila tetap bersatu dan tidak gampang dipecah belah oleh siapapun, musuh kita hanya dua yakni PKI dan terorisme gerakan mereka tidak bisa dibiarkan. Kita bangsa yang besar tidak perlu takut dengan bangsa lain yang kita takuti musuh dalam negeri sendiri.

“Ingat 250 juta lebih rakyat indonesia siap untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekali lagi jangan kita mau dipecahbelah oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab. Karena sifat pemecah belah itu adalah sifat komunis.

Kita sama dan sama-sama dilahirkan oleh ABRI, saya mengetahui bahwa Pemuda Pancasila ini dilahirkan oleh Jenderal Besar Abdul Harris Nasution, dengan tujuan yang jelas yaitu untuk menjaga ideologi Negara yaitu Pancasila. Jadi kalau saya teriaki NKRI jawabnya Harga Mati, ungkap Menhan.

Sementara, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Kodrat Shah dihadapan ribuan kadernya mengingatkan, kalau kita tidak boleh lengah sedikitpun dengan gerakan-gerakan paham komunis, jangan lupa menjaga tugas pokok kita yaitu menjaga Ideologi Pancasila.

‘Apa yang dikatakan Menhan kita siap menjaga NKRI dan kita sama-sama anak ABRI dan sama-sama dilahirkan oleh ABRI, kita siap digaris terdepan untuk mempertahankan NKRI siapa saja yang coba-coba mengusik NKRI akan berhadapan dengan Kader Pemuda Pancasila,” tegas Kodrat.

Lanjut Kodrat, tugas kita sebagai anak bangsa adalah menjaga NKRI dan keutuhan berbangsa dan beragama. Agar negara kita tetap kondusif jangan mudah terpancing dan terpropokasi dengan paham-paham yang menyesatkan, terus jaga kekondusifan antara sesama kader pemuda pancasila.

Kemudian dalam pesta demokrasi April 2019 nanti, khusus bagi kader pemuda pancasila sudah jelas kemana arah garis politiknya, dalam pileg nanti silahkan hak pilih anda kekader pemuda pancasila yang menjadi calon.

Legeslatif dan masalah pilpresnya kita ikuti garis komando yang sudah mendeklarasikan ke nomor urut 01.

“Bagi yang tidak mau mengikutinya agar diam dan jangan ada pergerakan, apa bila ada yang ketahuan membuat gerakan yang sifatnya berlawanan dengan yang sudah digariskan MPN PP saya tidak segan-segan mencabut haknya sebagai kader pemuda pancasila,” tegas Kodrat.

Dalam undangan terlihat, selain Menhan RI Ryarmizard Ryacudu juga terlihat Wagubsu Musa Rajekshah, Kolonel Halilintar dari Kodam I/BB dan perwakilan dari Polda Sumut serta kader pemuda pancasila sesumatera utara.(W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Pemko Tanjungbalai Gelar Pawai Takbir, Wali Kota Ajak Warga Jaga Ketertiban
Rangkaian Kegiatan Akhir Ramadhan Berjalan Lancar, Bupati Asahan Lepas Pawai Takbiran
Spontan Mudik Pakai Mobil Listrik, PLN UID Sumatera Utara Pastikan Kesiapan SPKLU di Jalur Strategis
Pemkab Asahan Gelar Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Agung Kisaran
Ribuan Warga Tanjungbalai Shalat Ied di Alun-Alun Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, Wali Kota Ajak Perkuat Persatuan
Sukses Amankan Mudik Lebaran, Kyai Khambali Apresiasi Kinerja Kapolda Sumatera Utara dan Perlu Antisipasi Gerakan Radikal Pasca Lebaran.
komentar
beritaTerbaru