Sabtu, 21 Maret 2026

Minimnya Remaja ke Masjid, GMM -Bimbel UI 212 Gelar Program Belajar Hingga Bisnis

Administrator - Sabtu, 23 Februari 2019 09:11 WIB
Minimnya Remaja ke Masjid, GMM -Bimbel UI 212 Gelar Program Belajar Hingga Bisnis

MEDAN I SUMUT24.co Gerakan Muslim Milenial (GMM) menjalin kerjasama dengan Bimbingan Belajar (Bimbel) Umat Islam (UI) 212 untuk mengadakan sebuah program belajar-mengajar di tempat ibadah khususnya di Masjid.

Baca Juga:

Program Belajar mengajar ini diadakan di Masjid. Menurut GMM saat ini banyak kaum remaja tidak mau ke Masjid, karena banyak menghabiskan waktu di luar bermain bersama teman-temannya sehingga waktu untuk sembahyang jadi tersita.

GMM dan Bimbel UI 212 ini akan bergerak dari kampung ke kampung dan lingkungan yang ada di Kota Medan. Program ini bukan hanya mengajarkan nilai agama saja, tetapi juga pendidikan dan olahraga hingga bisnis.

“Kita dulu bergerak dari lingkungan, antar mesjid, berinteraksi dalam kegiatan positif, yaitu agama , pendidikan, olahraga dan bisnis,”ucap ketua GMM Syahlan Jukhri Nasution kepada Wartawan di Medan, Jumat (22/2).

Menurutnya, banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan oleh para kaum Milenial, terutama nilai agama dan juga pentingnya cinta negara.

“Banyak sekali manfaat, dan semuanya sekarang sudah hilang dan tidak ada lagi,” ucapnya.

Kemudian, sistem moral dari pada kaum Milenial dirinya anggap saat ini sudah tidak lagi berbudaya.

“Setelah kita kaji-kaji gak ada lagi sistem pertahanan akidah dan moral di lingkungan sekitar,” ucapnya

Untuk program ini, pihaknya akan mendatangkan seluruh remaja masjid yang sampai saat ini masih aktif untuk didata, lalu kemudian akan akan dilakukan lanjutan dari program tersebut. Ia mengucapakan, bahwa kegiatan ini untuk mengembalikan nilai moral dari kaum Milenial yang selama ini sudah tidak lagi bermoral.

“Hampir semua masjid tidak mempunyai remaja mesjid yang aktif. Membentuk dan memformat kembali remaja masjid di kota Medan bahkan seluruh indonesia,” ucapnya.

Untuk saat ini, dirinya mengatakan, progam akan di awali dari kampungnya sendiri, apabila kemudian berjalan dengan lancar akan dikembangkan hingga seluruh masjid di kota Medan. “Kita awali dari kampung kita ini,”ujarnya.

Ia mengatakan, ada tiga program unggulan yang akan menjadi dasar GMM bersama bimbel UI 212 mengajar setiap remaja di masjid. Satu di antaranya adalah program madrasah kolbu.

“Pendidikan madrasah kolbu milenial, meghindupkan kembali belajar agama di masjid. Pelajaran umum Kita akan gratiskan bimbingan belajar untuk di setiap masjid. Ada syarat dan kriteria dari sang peserta. Rekrutmen juga kita pilih,apakah dari keluarga miskin atau tidak mampu dan yatim piatu. Kegiatan bisa mengisi kegiatan anak masjid. Sekarang tiga kali dalam seminggu, jadi setelah ada bimbel hampir enam hari berada di masjid untuk mengikuti kegiatan. Kedua, progam WPN, akan dikelola mereka, kita tinggal mengontrol dan bimbel UI 212. Akan mengahadirkan program-program tidak merasa kekinian dan mandiri, dengan adanya ini kita akan membuat mereka mandiri seperti Sumut ventura,” ucapnya.

Tidak hanya sebagai program belajar mengajar yang akan diberikan kepada tiap-tiap remaja di masjid, akan ada juga pemberian modal usaha atau bisnis yang akan dikelola. Menurutnya, jadi para kaum remaja di masjid akan bisa lebih mandiri dengan kegiatan ini.

“Tiga juta perorang dengan rekomendasi dari bkm, apakah jualan atau bagaimana, berbagi macam usaha kita akan buat. Akan kita fokuskan ini di masjid, jadi bukan hanya temapi ibadah, tetapi akan ada usaha di tempat masjid, bukan hanya untuk uang ke masjid,” ucapnya.

Kegiatan ini diadakan agar seluruh remaja tidak menghabiskan waktunya sia-sia di luar, karena masjid juga bisa memberikan pelajaran tidak hanya agama tetapi pendidikan hingga berbisnis.

Selain itu, program ini juga membentuk tingkat kesadaran tiap-tiap kaum remaja agar lebih bisa menghargai sesama. Satu contohnya, dengan mengembangkan Komunitas-komunitas yang berbaur dengan lingkungan luar, sepeti pendukung bencana.

“Ketiga tanggap siaga milenial, ada siskamling, grup bela diri, komunitas-komunitas, kelompok peduli bencana, membangkitkan tingkat kepedulian para remaja mesjid, bahkan cinta negara,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Bimbel UI 212, Yancy Nasution mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan GMM agar bisa menciptakan remaja masjid yang perduli akan lingkungan. Di mana saat ini masih banyak para kaum remaja yang terlibat dalam kasus-kasus kejahatan yang akhirnya menyesatkan dirinya.

“Kami berkolaborasi dengan GMM, kita sama-sama bisa memajukan umat muslim khususunya dari remaja, sasarannya adalah lingkungan, remaja mesjid kita perbaiki dan lingkungan akan juga berubah menjadi baik,” ujarnya.

Wakil Ketua GMM Muhammad Khairil berharap dengan terbentuknya kerjasama GMM dengan Bimbel UI 212, para remaja masjid se Kota Medan dapat menjaga lingkungannya sesuai dengan program belajar mengajar yang akan diberikan nantinya, ucapnya.

Sementara itu Koordinator Remaja Masjid Reza mengatakan, Dengan Mou GMM dan Bimbel UI 212 sehingga remaja masjid tidak lagi bebas berkeliaran di lingkungan waktu malam jam belajar sehingga terhindarnya dari perbuatan yang negatif dan menyesatkan, katanya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PLN UID Sumut Pastikan Listrik Andal Jelang Idulfitri 1447 H, GM Tinjau Langsung Kesiapan Sistem Hingga Monitoring Posko Siaga
Kapolri Pantau Kamtibmas Nasional dari Medan, Pastikan Arus Mudik 2026 Kondusif
Kapolda Sumut Dampingi Kapolri Pimpin Pemantauan Nasional Malam Takbiran dari Medan
Jembatan Gantung di Batu Hula Kembali Terhubung, Brimob Polda Sumut Pulihkan Akses Vital Warga
Polisi Sigap Bantu Wisatawan, Mobil Mogok di Jalur Perbukitan Samosir Berhasil Dievakuasi
Kapolri: 72 Ribu Personel Amankan Takbir dan Salat Id di Seluruh Indonesia
komentar
beritaTerbaru