MEDAN | SUMUT24.co
Baca Juga:
Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Deliserdang turut angkat bicara terkait tewasnya seorang kader Ikatan Pemuda Karya (IPK) bernama, Jarisman Saragih (22) di Jalan Cemara, Sabtu (2/2/2019) lalu.
Ketua Karateker MPC PP Deliserdang Edison Sianturi kepada wartawan mengatakan, sesuai laporan dari Ketua PAC Percut Sei Tuan yang telah melakukan investigasi, hasilnya tidak ditemukan atau tidak ada satupun kader/anggota PP yang melakukan perbuatan itu.
“Atas peristiwa yang terjadi itu, jangan terlampau gegabah untuk menuduh jika pelakunya mutlak dilakukan oleh kader PP. Dan itu bukan kader pemuda pancasila” ungkap Ketua Karakteker MPC Pemuda Pancasila Deli Serdang Ir Edison Sianturi SE kepada wartawan, Senin (4/1/2019).
Berdasarkan hasil investigasi itu pula, jelasnya, tim dilapangan menemukan bahwa peristiwa itu dilakukan oleh oknum masyarakat. Karenanya, ujar dia, pihaknya melihat, jika kasus yang terjadi itu tidak ada kaitannya dengan Pemuda Pancasila.
“Itu murni masyarakat. Karena itu, kita perintahkan agar semua kader untuk tetap menahan diri dan menjaga kondusifitas Kota Medan,” ujar Edison Sianturi.
Edison juga meminta kepada pihak kepolisian agar dapat dengan cepat mengusut tuntas kasus tersebut, supaya permasalahannya dapat segera tuntas (clear).
Selain itu, ia juga mengaku, jika nanti ada anggota PP yang terbukti sebagai pelaku, dirinya berjanji jika pihaknya akan menyerahkan secara langsung ke pihak yang berwajib.
“Tapi kita minta pihak berwajib juga pro aktif. Jangan terlalu lama mengungkap kasus ini,” tandasnya.
Sementara itu secara terpisah, Kepala Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan M Ruslan mengatakan, peristiwa yang menyebabkan tewas nya kader IPK bernama Jarisman Saragih, ialah murni dilakukan oleh masyarakat. Selain itu, ia turut menyebutkan, peristiwa tersebut juga terjadi secara spontanitas.
“Sudah di investigasi, itu semua masyarakat, nggak ada unsur Pemuda Pancasila. Dan kini juga sudah diserahkan (ke Polisi) melalui perwakilan Kadus melalui Polmas,†terangnya.
Ruslan menceritakan, peristiwa itu bermula usai Ormas IPK yang baru selesai mengikuti pelantikan melewati Jalan Cemara. Selanjutnya masyarakat melakukan penghadangan, karena merasa kesal rombongan Ormas IPK lewat dengan ugal-ugalan.
“Jadi spontanitas. Ada beberapa masyarakat melihat ormas itu seperti ugal-ugalan menjatuhkan papan bunga. Lalu secara spontanitas, di stop oleh masyarakat, bukan Pemuda Pancasila,†pungkasnya.(red)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News