Minggu, 15 Februari 2026

Rusak Parah Lebih 20 Tahun, Jalan Lintas Tambangan-Panjaringan Terancam Putus

Administrator - Senin, 13 Februari 2023 10:15 WIB
Rusak Parah Lebih 20 Tahun, Jalan Lintas Tambangan-Panjaringan Terancam Putus

 

Baca Juga:

Madina I Sumut24.co Jalan lintas Tambangan-Panjaringan tepatnya dari Simpang Tambangan ke Dusun Sabarimbahan sepanjang 300 meter mengalami rusak parah.

Selain rusak parah selama 20 tahun belakangan, jalan lintas Tambangan-Panjaringan juga terancam putus akibat longsor yang berada persis di badan jalan.

Longsor pinggir jalan setinggi 50 meter ini sudah berlangsung selama seminggu atau sejak Sabtu lalu (4/2).

Sangkot Tua Rangkuti (42) salah seorang warga Desa Tambangan Tonga, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, menyebutkan, jalan rusak dari Simpang Tambangan ini sudah berlangsung selama lebih 20 tahun.

Jalan rusak parah ini hanya sepanjang sekitar 300 meter saja. Sebagai warga Tambangan, dia pun heran kenapa jalan dari Simpang Tambangan ke Dusun Sabarimbahan ini tak kunjung dibangun pemerintah.

“Terakhir jalan dibangun di masa Bupati Amru Daulay di awal pemekaran Kabupaten Mandailing Natal tahun 1999 lalu,” kata Sangkot Tua.

Menurut sopir angkot trayek Tambangan ini, selain rusak parah, jalan lintas Tambangan-Panjaringan juga terancam putus akibat longsor yang terjadi sepekan belakangan yang berada persis di pinggir jalan.

“Longsor sudah mengenai badan jalan. Ini akibat air yang mengalir dari sawah yang berada di atas jalan,” katanya.

“Kalau musim hujan, jalan dari Simpang Tambangan ke Sabarimbahan sudah seperti sungai karena banyaknya air menggenangi jalan,” jelasnya lagi.

Sebagai pengguna jalan, dia berharap Pemkab Madina tanggap melihat situasi ini. Terutama mengenai longsor yang menghantam pinggir atau badan jalan.

“Kalau tidak segera diperbaiki, jalan lintas Tambangan ke Panjaringan bisa putus,” katanya.

“Ini mau Lebaran, kalau jalan sempat putus, bagaimana nanti anak rantau mau pulang ke kampung. Sementara anak rantau kebanyakan pakai mobil pribadi kalau pulang kampung,” jelasnya.

Sangkot juga merasa heran, jalan rusak parah ini seperti disengaja oleh Pemkab Madina. Sebab jalan dari Sabarimbahan hingga ke Rao-rao Dolok sepanjang 5 km sudah selesai dibangun di tahun 2022 lalu.

Bahayakan Pengguna Motor Sementara Zulfikri Siregar (38) menyebutkan, kondisi jalan yang rusak parah sepanjang sekitar 300 meter ini membahayakan pengguna sepeda motor.

Sebab jika musim hujan tiba, jalan dipenuhi dengan kerikil dan batu-batu besar akibat jalan tanah yang dikikis air.

“Aspal jalan sudah tak kelihatan. Jalan sudah banyak batu-batu dan kerikil,” ujarnya.

Menurut Zulfikri Siregar, penyebab jalan rusak karena air yang selalu menggenangi jalan setiap hujan tiba.

“Parit jalan tidak ada, air dari sawah masuk ke jalan. Air dari pembuangan rumah warga Laru Lombang juga masuk ke jalan. Setiap hari itu terjadi,” jelasnya.

Selain jalan yang rusak parah, longsor yang terjadi persis di badan jalan di Dusun Sabarimbahan juga membahayakan pengguna jalan.

“Kalau malam hari, bagi warga pendatang yang tidak tahu ada longsor, bisa jatuh ke jurang. Di sepanjang jalan dari Simpang Tambangan ke Sabarimbahan tidak ada lampu jalan,” tegasnya.red/psc

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru
Dwi Versi Indrajit

Dwi Versi Indrajit

Dwi Versi Indrajit Oleh Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI TERNYATA bukan hanya Srikandi dan Gatotkaca yang beda versi Mahabharata de

News