Minggu, 15 Februari 2026

Orang Tua Murid Korban Penganiayaan Oknum Guru SD Pelita Kasih Akan Melapor Ke Polisi dan Komnas Anak

Administrator - Senin, 30 Januari 2023 13:38 WIB
Orang Tua Murid Korban Penganiayaan Oknum Guru SD Pelita Kasih Akan Melapor Ke Polisi dan Komnas Anak

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Tiga orang tua murid akan melakukan pelaporan kepihak kepolisian dan Komnas Anak. Pasalnya, oknum guru SD Swasta Pelita Kasih bernama, Berto telah melakukan penganiayaan terhadap tiga (3) orang murid masing masing bernama, Andika murid Kelas V SD dan Tito juga Jontar keduanya murid Kelas II SD.

Informasi dihimpun wartawan, dari orang tua murid bahwa tindakan penganiayaan dialami oleh Andika murid Kelas V SD terjadi pada hari, Rabu (18/01/2023) lalu dengan cara menarik dan mendorong korban (Andika) hingga tangan dan engsel bahu kiri korban bergeser.

Begitu pula perlakuan tindakan penganiayaan dilakukan oleh, Berto oknum guru yang sama juga pernah dialami oleh Tito dan Jontar murid Kelas II SD dengan cara ditampar dengan keras di bagian pipi berulang kali dan mulut korban pada 1 Oktober 2022.

Masih orang tua murid, meski upaya pihak sekolah sudah ada menyatakan kata permohonan maaf dan orang tua murid telah memafkan, akan tetapi kasus penganiayaan dialami oleh anak anak mereka akan berlanjut keranah hukum.

“Meski pihak sekolah melalui Kepala Sekolah SD Pelita Kasi, Marita dan oknum guru pengajar bernama, Berto sudah ada menyatakan kata permohonan maaf, akan tetapi kami sebagai orang tua tetap tidak menerima dengan penganiayaan yang dialami anak anak kami. Kami menitip dan menyekolahkan anak kami untuk menuntut ilmu pembelajaran di sekolah, bukan untuk di aniaya. Kasus ini akan kami laporkan ke pihak Kepolisian dan Komnas Anak,” ujar orang tua murid kepada wartawan, Senin (30/01/2023).

Sementara, Berto (oknum guru) yang ditemui wartawan disekolahnya tempat ia mengajar tidak berada ditempat karena tidak masuk mengajar. Dan wartawan bertemu dengan, Marita Kepsek SD Pelita Kasih.

Hal tersebut dipertegas oleh, Marita selaku Kepala Sekolah SD Pelita Kasih yang ada dugaan bahwa, Kepala Sekolah terkesan menutupi dan melakukan pembelaan terhadap oknum guru didiknya bernama, Berto saat dikonfirmasi wartawan, Senin (30/01/2023).

“Pak Berto hari ini (Senin 30 Januari 2023) tidak masuk mengajar. Pak Berto masuk mengajar pada hari, Rabu, Kamis dan Jumat. Soal informasi penganiayaan dilakukan oknum guru (Berto) terhadap murid tidak benar. Yang dilakukan guru terhadap murid hanya melakukan pendisiplinan terhadap murid,” ujar Marita yang terkesan menutupi.

Masih Kepsek SD Pelita Kasih, terkait persoalan dugaan penganiayaan terhadap muridnya tersebut, Marita mengungkapkan bahwa, untuk persoalan yang dialami oleh murid (Andika), pihak sekolah sudah melakukan upaya permohonan maaf kepada orang tua murid.

“Selain permohonan kata maaf dari pihak sekolah dan pak berto, pak Berto juga ada memberikan uang perobatan dan menyerahkanya kepada Ibu Andika (murid). Tetapi, sangat kita kecewakan, uang perobatan tersebut dikembalikan oleh ayah Andika. Menurut kami, sikap ayah andika sikap yang sangat sombong dan merasa mampu,” ujar Marita.

Masih dikatakan Marita, terhadap Berto Marbun pihak sekolah telah memberikan teguran berupa surat peringatan. Ini dilakukan agar pak Berto tidak mengulangi perbuatannya lagi. Apabila terulang, pihak sekolah memberikan sikap lebih tegas lagi,” terang Marita sembari menjelaskan hal yang dialami murid Kelas V SD disebabkan, bapak Berto saat memberikan nasehat dijawab oleh Andika dengan nada ucapan menantang dan melawan.

Anehnya, ketika Kepala Sekolah SD Pelita Kasih ditanya wartawan atas desas desus dan bukan menjadi rahasia lagi bagi orang tua murid bahwa, tindakan penganiayaan oknum guru (Berto) terhadap murid disekolah tersebut juga sudah pernah terjadi, Marita yang mengaku kepada wartawan jika dirinya sudah 13 tahun menjabat Kepala Sekolah ini membantah.

“Tidak benar pak, itulah orang tua murid ini, mereka hanya mendengar tanpa melihat apa yang sebenarnya terjadi. Menambah nambahkan cerita yang tentu belum jelas kebenarannya,” ungkap dikatakan Marita yang menjelaskan kepada wartawan bahwa keterangan dirinya sebagai mewakili pihak yayasan.

Sebelumnya, orang tua perempuan siswa kelas II SD yang bernama, Tito saat memberikan keterangan kepada wartawan justru memberikan keterangan yang sangat mengejutkan, bahwa bantahan Marita Kepala Sekolah SD Pelita Kasih adalah bohong dan terkesan menutup nutupi atas kejadian dan peristiwa penganiayaan telah terjadi berulang kali dilakukan, Berto Marbun (oknum guru) terhadap para murid.

“Jawaban Mis Marita sebagai Kepala Sekolah terkesan menutupi dan melakukan pembelaan terhadap orang/guru yang sudah melakukan perbuatan bukan sebagai seorang guru pendidik. Sebelum Andika, anak saya Tito dan temanya bernama jontar ada menerima tamparan sebanyak dua kali dipipi dan bibir dengan sangat keras dengan tangan pak Berto,” ujar ibu Tito murid Kelas II SD kepada wartawan sembari membeberkan tindakan penganiayaan dilakukan Berto Marbun pada 1 Oktober 2022 dibuktikan adanya chat pengakuan dan permohonan maaf melalui Berto Marbun melalui nomor WhatsApp kepada orang tua Tito.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru