Senin, 16 Februari 2026

Medan Tolak LGBT, Shohibul : Bobby Nasution Perlu Keluarkan Perwal Atau Perda

Administrator - Jumat, 06 Januari 2023 01:48 WIB
Medan Tolak LGBT, Shohibul : Bobby Nasution Perlu Keluarkan Perwal Atau Perda

Medan I Sumut24.co Pemerhati Sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan, adanya pernyataan Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, soal Kota Medan menolak LGBT, itu memiliki unsur kecermatan antisipatif yang sangat menggembirakan bagi hampir 100 % penduduk Kota yang dipimpinnya. Pernyataan itu sekaligus mencerminkan sikap protektif atau melindungi kemaslahatan masyarakat sesuai nilai-nilai Pancasila, Ucap Shohibul Anshor Siregar dalam pernyataan press relisnya kepada Wartawan, Jumat (6/1).

Baca Juga:

Menurut Dosen Fisipol UMSU itu, Karena itu Walikota Medan harus didorong mengkapitalisasi dukungan itu untuk penerbitan regulasi berupa Peraturan Walikota (Perwal) atau bahkan Peraturan Daerah (Perda). Regulasi itu sangat penting untuk antisipasi dan pembendungan masalah. Survei Institut Public de Sondage d’Opinion Secteur (IPSOS) tahun 2021 di 27 negara tentang orientasi seksual dan identitas gender menemukan 3 update informasi utama, yakni pertama, 80% orang di seluruh dunia diidentifikasi sebagai heteroseksual, 3% homoseksual, dan 4% biseksual. Kedua, laki-laki lebih cenderung mengidentifikasi diri sebagai homoseksual dibandingkan perempuan (4% vs. 1%). Ketiga, Swedia adalah negara dengan tingkat individu tertinggi yang mengidentifikasi diri sebagai transgender., Ucapnya.

Direktur NBasis itu juga mengatakan, Intesnitas penelitian terkait komunitas ini belakangan diketahui telah memberi keterangan lebih rinci. Misalnya, meski jarang terdengar dalam perbincangan publik, survey IPSOS juga menemukan masing-masing 1% panseksual, aseksual, dan kategori penyimpangan orientasi seksual lainnya. Panseksual (pansexual) adalah jenis orientasi seksual yang menunjukkan ketertarikan seksual terhadap seseorang, terlepas dari jenis kelamin, gender, maupun orientasi seksualnya. Seorang panseksual menemukan daya tarik pada seseorang lewat rasa romantisme, emosional, dan kepribadian yang terhubung satu sama lain.

Lebihlanjut Tokoh Eksponen 66 Sumut itu, Demokratisasi yang salah arah yang mendorong sikap liberal yang memicu perubahan sosial yang menyepelekan nilai-nilai inti berbangsa (Pancasila) juga sangat penting ditangkal. Data dari Few Research Center, misalnya, menunjukkan bahwa pada tahun 2009 hanya 37% warga Amerika Serikat yang menyatakan lebih suka mengizinkan kaum gay dan lesbian untuk menikah. Angka ini naik menjadi 62% pada tahun 2017 dan relatif tidak berubah signifikan hingga tahun 2019. Dalam regulasi itu kelak diperlukan pengaturan porsi peran yang kuat dari organisasi-organisasi yang relevan yang diandaikan dapat terus mencerahkan kelompok-kelompok demografis yang ada. Dalam kasus Amerika mayoritas dukungan atas pernikahan sejenis, misalnya, ternyata berasal dari kaum ateis (79%), disusul 66% orang kulit putih beragama mayoritas tertentu dan 61% penganut agama terbesar kedua di negeri itu. Jika tidak diantisipasi, masalah akan mirip dengan penantian atas ledakan bom waktu. Pernikahan sesama jenis kini sedang meningkat terutama di negara-negara Barat. Survei Gallup pada tahun 2017 menemukan sekitar satu dari sepuluh LGBT Amerika (10,2%) menikah dengan pasangan sesama jenis. Ditambahkan Shohibul yang juga tokoh senior Muhammadiyah itu, Kini setidaknya lebih dari 29 negara dan yurisdiksi yang mengizinkan pasangan gay dan lesbian untuk menikah. Negara pertama yang melegalkannya adalah Belanda (2000) yang sejak saat itu beberapa negara Eropa lainnya termasuk Inggris dan Wales, Prancis, Irlandia, seluruh Skandinavia, Spanyol dan, terakhir, Austria, Jerman, dan Malta, telah melegalkan pernikahan sesama jenis itu. Bagaimana di luar Eropa? Dikhabarkan kini sudah dilegalkan di Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Kolombia, Ekuador, Selandia Baru, Afrika Selatan dan Uruguay, serta di beberapa bagian Meksiko. Mei 2019 giliran Taiwan menjadi negara pertama di Asia yang mengizinkan pernikahan resmi pasangan sejenis. Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution tidak perlu ragu meski akan mendapat protes dari kalangan tertentu. Memang, sesuatu mesti ditegaskan, bahwa pengucilan yang menyebabkan diskriminasi harus juga diantisipasi. Penyandang LGBT adalah sebuah bentuk penyimpangan dari niorma umum sesuai Pancasila yang lebih tegas diatur oleh ajaran agama dan adat istiadat, dan itu jelas sebuah masalah. Karena itu para ahli dalam bidang terkait harus dikerahkan untuk sama-sama menyelesaikan masalah. Red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru