Pemerintah Pusat Diminta Adil, Segera Mekarkan Provinsi Papua Utara
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Tampaknya dugaan kasus korupsi dan gratifikasi yang diduga terjadi di Dinas PSDA Sumut, akan berakhir. Masyarakat Sumut pun akan gigit jari. Betapa tidak, Kejatisu menolak kasus ini lantaran sudah diambil Poldasu. Sedangkan Poldasu sendiri berencana akan SP3 kasus ini. Bah!
Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Poldasu AKBP Frido Situmorang yang dihubungi wartawan melalui telephon seluler mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi PSDA Sumut memang ditangani pihaknya.
Namun perwira berpangkat dua melati emas ini mengaku bahwa pihaknya sudah mendapat hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi. Dan menurutnya BPKP tidak menemukan kerugian negara dalam kasus tersebut. “Kita sudah mendapat hasil audit BPKP, dan tidak ada kerugian negara di Dinas PSDA Sumut,” ujarnya.
Lanjutnya, bahwa pihaknya berencana akan menghentikan kasus tersebut, sampai menunggu bukti-bukti baru dalam kasus tersebut. “Jika ada bukti-bukti baru, kasus tersebut pasti ditindaklanjuti lagi,” ujarnya.
Sementara disinggung terkait dugaan korupsi proyek di UPT Kuala Barumun Labuhan Batu di Dinas PSDA, lantas Frido mengaku bahwa kasus itu ternyata sama dengan di Dinas PSDA Sumut. “Itu proyeknya Dinas PSDA Sumut, dan UPT itulah objeknya, jadi kasus itu sama,” ujarnya mengakhiri.
Sebelumnya, massa aksi dari Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM LEMPAR) meminta Kapaldasu mengusut jual beli proyek di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumut.
Hal ini terkait temuan rekaman video berisikan jual-beli proyek antara di Dinas PSDA (Pengolahan Sumber Daya Air) Sumut. Temuan itu selanjutnya disampaikan oleh LSM LEMPAR ke Poldasu untuk diselidiki.
Kordinator aksi, Ari Putra Daulay mewakili rekan-rekannya meminta Kapoldasu Irjen Pol Ngadino mengungkap kasus tersebut.
“Kami minta agar rekaman video tersebut diusut tuntas,” ujarnya, saat berorasi, di depan Mapolda Sumut, Rabu (13/1) siang.
Mereka menuding jika Dinas tersebut selama ini menjadi sarang korupsi dalam bentuk suap dan gratifikasi.
Pantauan wartawan sekitar 15 menit berorasi, massa akhirnya ditemui salah satu perwakilan petugas Humas Poldasu, Kompol Jhony.
Di hadapan pengunjuk rasa, petugas berjanji akan menyampaikan orasi mereka ke Kapoldasu. Puas mendengar jawaban tersebut, massa membubarkan diri dengan damai. Massa berjanji akan kembali menggelar aksi serupa jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Sementara Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) tidak lagi menangani kasus dugaan korupsi proyek di PSDA Sumut senilai Rp 24 Miliar yang dibiayai APBD Sumut tahun 2014 yang diduga melibatkan oknum Kadis PSDA Sumut dan kroni- kroninya.
Hal itu diungkapkan Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Bobbi Sandri saat dikonfirmasi Sumut24 via selularnya, Selasa Malam (12/1).
Dia mengatakan pihaknya tidak menangani kasus oknum Kadis tersebut. “Kasus itu tidak di Kejatisu tapi di Polda,” ungkap Bobbi melalui pesan singkat nya.
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa kasus ini ditangani pihak Kejatisu yang menyelidiki dugaan korupsi Proyek di PSDA Sumut senilai Rp 24 Miliar yang dibiayai APBD Sumut 2014 lalu.
Namun kini kasus yang diduga melibatkan oknum Kadis ini telah ditangani pihak Polda.
Diketahui sebelumnya, Dinsyah diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi diantaranya, pelelangan pekerjaan konstruksi di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2014 yang berjumlah 39 paket dengan jumlah pagu Rp 24 Miliar.
Dugaan diperkuat dengan ditemukannya beberapa perusahaan yang memenangkan dua atau tiga paket pekerjaan. Diantaranya CV Pemuda Baru 2 paket pekerjaan, CV ARU 3 Paket pekerjaan, CV Ineke Theresia 2 paket pekerjaan, CV Giovani Arta 2 paket pekerjaan dan CV Ancla Corporation 2 paket pekerjaan. (iin/SL)
WAROPEN Pemekaran di Tanah Papua bukan sematamata sebagai kebijakan administratif. Tetapi harus dipahami dengan baik bahwa pemekaran meru
News
sumut24.co MedanKomisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat menduk
Ekbis
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim memimpin Rapat Koordinasi Pemerintahan (Rakorpem) di Aula Kantor Camat T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim membahas program perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) b
News
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
kota
Momentum HPN ke80 Tahun 2026, AKBP Wira Prayatna bersama Jurnalis Kompak Jaga Kamtibmas di Mako Polres Padangsidimpuan
kota
Bupati Putra Mahkota Alam Pimpin Rapat Penting, Palas Ramadhan Fair 2026 Siap Digelar
kota
HPN ke80, Pemkab Palas Gelar Ramah Tamah Bersama Insan Pers Bupati PMA Tekankan Peran Pers Sehat untuk Bangsa Kuat
kota
Bupati Saipullah Resmikan Lopo Tepsun, Ekonomi Desa Padang Laru Diproyeksi Meningkat
kota
Pemkab Padang Lawas Utara Tes Urine Pejabat, Bupati Tegaskan Perang Total Lawan Narkoba
kota