DPP IKANAS Lantik DPD IKANAS Sumut, Erwan Nasution : Ikanas Jangan Kemana-mana
DPP IKANAS Lantik DPD IKANAS Sumut, Erwan Nasution Ikanas Jangan Kemanamana
kota
Pengantar Redaksi : Tulisan ini merupakan awal dari Seri Bongkar Rahasia Sukses 10 Bupati/Wali Kota Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat. Untuk menyongsong Hari Pers Nasional, di Medan, Sumatera Utara, 7-9 Februari 2023.
Baca Juga:
Medan – Sumut24.co
AK PWI 2023 – Wali Kota Medan M. Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. adalah salah seorang penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 dari 10 bupati/ wali kota penerima tahun ini. Ia dinilai sukses mengembangkan sandang di Kota Medan menjadi fashion sehari-hari melalui digitalisasi sandang gaya Medan dan hasilnya telah tampak tidak saja ke tingkat nasional tetapi juga internasional.
Kota Medan adalah kota terbesar ketiga di Indonesia, dengan jumlah penduduk 2.460.858 jiwa. . Sebagai kota terbesar ketiga, Kota Medan tentu menjadi salah satu pusat pertumbuhan di negeri ini, termasuk pusat pertumbuhan dalam hal sandang atau mode. Wali Kota lulusan S2 Fakultas Manajemen dan Bisnis – Institut Pertanian Bogor ini, melihat peluang di bidang sandang itu dan memutuskan untuk mengembangkannya karena memiliki prospek yang bagus dan menjanjikan secara ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan menengah serta masyarakat pada umumnya.
Bobby Nasution yang datang ke PWI Pusat Jakarta mengenakan adat Batak itu mengatakan Kota Medan merupakan kota yang multikultural, kota yang memiliki  suku dan adat yang beragam. “Pakaian adat di Medan begitu banyak jenisnya,†katanya.
Akan tetapi pakaian tersebut umumnya hanya dikenakan saat upacara adat saja. Pada hal, menurut Bobby, Â pakaian adat tersebut tidak perlu menunggu upacara adat baru dikenakan. Pakaian adat itu mestinya bisa dikembangkan menjadi busana sehari-hari dan digunakan kapan saja sesuai dengan selera zaman now.
Fakta di lapangan menunjukkan  bahwa kain adat baik itu ulos maupun songket  umumnya masih dihasilkan secara tradisional sehingga  produksinya terbatas dan kurang memberi dampak kepada pengrajin kain adat. Apalagi busana adat itu masih terbatas penggunaannya untuk upacara ada saja.
Kondisi itu mendorong suami Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo, itu mengembangkan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal. “Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, kami berupaya untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal,†jelas Bobby Nasution beberapa waktu lalu saat presentasi di  depan tim juri yang terdiri dari para wartawan senior, akademisi, hingga pengamat kebudayaan dan seni.
Saka Sanwira
Salah satu upayanya  melalui Program Satu Kelurahan Satu Sentra Kewirausahaan (Saka Sanwira). Saat ini, program tersebut tengah dikembangkan melalui kolaborasi OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dengan sasaran para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan pengrajin binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Medan.
Untuk itu, para pelaku UMKM bersama pengrajin binaan Dekranasda yang bergerak di bidang sandang diberikan wadah untuk mengembangkan diri dalam bidang fashion. Melalui pemanfaatan ekonomi digital, Pemerintah Kota Medan memberi dukungan promosi potensi keunikan dan keunggulan daerah Kota Medan dalam bidang sandang.
Dengan basis kearifan lokal, pewarnaan kain adat dilakukan  dengan menggunakan pewarna alami dari  buah, daun, kulit, dan bunga mangrove untuk batik. Selain itu, daun, kulit, bunga, dan buah mangrove juga digunakan untuk motif  kain, pakaian, tas dan produk-produk hasil kerajinan lainnya.
Yang Lokal Yang Juara
Pemerintah Kota Medan tidak hanya mengembangkan produknya, tetapi juga pemasarannya. Bobby memanfaatkan  platform digital untuk pemasarannya. Pemerintah Kota Medan telah bekerja sama dengan Tokopedia, Gojek, Shopee Medan dan lainnya. Kerja sama dengan  Tokopedia, misalnya, melalui kampanye “Yang Lokal Yang Juaraâ€. Sedangkan kerja sama juga dijalin dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dalam pemberdayaan usaha kecil dan menengah.
“Saya telah mewajibkan pegawai negeri di lingkungan Pemerintahan Kota Medan untuk mengenakan pakaian dinas harian  khas daerah pada setiap Jumat. Harapannya, dapat meningkatkan penjualan dari pelaku UMKM yang ada di Kota Medan, khususnya kain ulos dan songket yang menjadi  ciri khas Kota Medan,†kata Wali Kota Medan Bobby Nasution penuh semangat.
Usaha mengembangkan ulos dan songket untuk  pakaian siap pakai (ready to wear), tas, sepatu dan aksesoris mulai memberikan hasil. Sandang asal  Medan itu pun mulai tampil panggung fashion nasional dan siap ke mancanegara.
Dengan berbekal kearifan lokal Wali Kota Medan Bobby Nasution telah  mengembangkan sandang di daerahnya berbasis digital ala Medan. Program ini mulai berbuah dan menjanjikan prospek ekonomi yang menjanjikan bagi pelaku UMKM dan masyarakat pada umumnya.(rel)
DPP IKANAS Lantik DPD IKANAS Sumut, Erwan Nasution Ikanas Jangan Kemanamana
kota
Memanusiakan Manusia Menjadikan Lapas sebagai "Laboratorium Peradaban"
kota
Sergai sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) kembali mengungkap kasus peredaran narkotika dengan meringkus dua
Hukum
Sergai sumut24.co Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus memantapkan transformasi sektor pertanian menuju sistem yang
Ekbis
Sergai sumut24.co Wakil Bupati Serdang Bedagai (Wabup Sergai) H. Adlin Tambunan memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hard
News
Sergai sumut24.co Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Serdang Bedagai (Sergai) terus menunjukkan komitmennya dalam membina g
News
Sergai sumut24.co Media online ARKAMEDIA.id menggelar syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 di Coffee Resto 37, Dusun VIII, Desa Firdaus,
News
sumut24.co ASAHAN, Memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, suasana penuh semangat dan kebersamaan terasa di Jalan Pramuka,
News
Prajurit TNI Alfan Arbudi Layani Jamaah Haji Indonesia di Tanah Suci dengan Penuh Dedikasi
kota
BersihBersih Birokrasi PKP, JAGA MARWAH Mundurnya Dua Dirjen Jadi Momentum Perkuat Integritas & Wujudkan Program 3 Juta Rumah
kota