Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
Baca Juga:
Fakta ini membuat rakyat tersentak. Bagaimana tidak? Dana yang seharusnya menjadi sumber kehidupan pembangunan daerah, justru "diparkir" di bank demi memperoleh bunga deposito. Akibatnya, pembangunan di berbagai daerah mandeg, ekonomi rakyat tidak berputar, dan dampaknya terasa langsung di lapangan — mulai dari lambatnya proyek infrastruktur, macetnya program bantuan sosial, hingga lesunya aktivitas ekonomi masyarakat kecil.
Pertanyaan pun bermunculan dari berbagai kalangan: kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah karena kelalaian sistem, lemahnya pengawasan, atau justru karena keserakahan oknum pemegang kekuasaan?
Berbagai asumsi mengalir di tengah masyarakat. Namun, satu jawaban paling masuk akal menurut rakyat adalah: para kepala daerah lebih memilih cara "mudah" mencari keuntungan. Menempatkan dana APBD dalam bentuk deposito jelas memberi imbal hasil bunga tanpa risiko besar. Mereka tidak perlu memutar otak untuk menjalankan program rakyat, karena uang "menghasilkan" sendiri di bank.
Padahal, setiap kepala daerah telah disumpah menurut agama yang dianutnya untuk mengabdi kepada negara dan rakyat, bukan kepada kepentingan pribadi atau keluarga. Ketika amanah itu diselewengkan demi keuntungan pribadi, maka bukan hanya pembangunan yang dirugikan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap penyelenggara negara.
Kasus ini menjadi momentum penting bagi pemerintah pusat, khususnya Kementerian Keuangan dan lembaga pengawas lainnya, untuk menegakkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan APBD. Setiap rupiah dana publik harus bergerak untuk rakyat — bukan mengendap di bank demi keuntungan pribadi oknum pejabat daerah.
Purbaya Yudhi Sadewa telah membuka kotak pandora lama yang selama ini ditutupi dalih birokrasi. Kini, rakyat menunggu tindak lanjut nyata: apakah pemerintah berani menindak tegas kepala daerah yang memperlakukan APBD seperti deposito pribadi?
Karena sejatinya, uang rakyat bukan untuk disimpan — tapi untuk menggerakkan kesejahteraan bangsa.
—
H. Syahrir Nasution
Managing Director PECI-Indonesia
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
PMII PALUTA Cup I 2026 Diserbu Penonton, Polisi Lakukan Pengamanan Berlapis di Padang Bolak
kota
Dari Pengawalan hingga Sterilisasi, Ini Strategi Polres Tapsel Amankan Kunjungan Mendagri
kota
Semangati Atlet! Ketua DPRD Padangsidimpuan Srifitrah Munawaroh dan Ketua Umum Shokaido Sumut Turun Langsung di Pembukaan Kejurda Shokaido
kota
Bakopam Sumut Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H, Ibnu Hajar Bangkitkan Semangat Kekeluargaan
kota
Hingga H6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Penuh Haru, Marlina Eliyanti Rayakan Ulang Tahun dengan Santunan Anak Yatim
kota
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
kota
World Kidney Day 2026 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
kota