Mewujudkan Visi WHO: Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C sebagai Ancaman Kesehatan Masyarakat
Mewujudkan Visi WHO Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C sebagai Ancaman Kesehatan Masyarakat
kota
Baca Juga:
Medan – Direktur Eksekutif Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU), Azhari Gemala Putra Sinik, menilai langkah Ketua DPRD Sumut, Erni Sitorus, melaporkan Wakil Ketua DPRD Deliserdang, Hamdani Syahputra, ke Polda Sumut justru memperlihatkan lemahnya kepemimpinan.
"Melaporkan Hamdani ke polisi tanpa dasar kuat hanya menunjukkan kepemimpinan Erni yang lemah. Belum saatnya Erni menjadi Ketua DPRD. Kasihan Partai Golkar yang menugaskannya, karena setiap blunder selalu menyeret nama partai," kata Azhari kepada wartawan, Selasa (19/8/2025).
Menurut Azhari, sejak menjabat, Erni kerap menimbulkan kontroversi. Ia menyinggung polemik terkait isu empat pulau, wacana sekolah lima hari, hingga laporan ke polisi terhadap Hamdani. "Golkar yang selalu kena getahnya. Keputusan menempatkan Erni sebagai ketua terlalu dipaksakan," ujarnya.
Azhari menambahkan, tindakan melaporkan Hamdani berpotensi memunculkan konflik internal ke ruang publik. "Hamdani adalah Ketua Golkar Deliserdang, sedangkan Erni pengurus Golkar Sumut. Lucunya, pemilik akun dan warganet yang berkomentar tidak dilaporkan, hanya Hamdani yang jadi sasaran," katanya.
Ia menilai, persoalan tersebut mestinya dapat diselesaikan secara internal. "Sesama kader harusnya saling komunikasi. Erni tidak bijak, terlalu reaktif. Baru komentar di media sosial saja tidak mampu dihadapi, bagaimana jika berhadapan dengan dinamika politik dan perdebatan di DPRD?" ujar Azhari.
Kompromi Politik
Selain menyoroti kepemimpinan, Azhari juga mengaitkan posisi Erni dengan kompromi politik antara keluarga Sitorus dan Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution. Ia menyinggung peran Hendrianto Sitorus, kakak Erni, yang disebut-sebut sebagai bakal calon Ketua Golkar Sumut, serta penunjukan Muhammad Suib, Sekda Labuhanbatu Utara, sebagai pejabat di Pemprov Sumut.
"Semua itu tidak terlepas dari kompromi politik. Imbalannya, Erni harus mendukung kebijakan Bobby, meski kebijakan tersebut tidak populer," kata Azhari.
Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi melemahkan fungsi DPRD sebagai lembaga pengawas, sekaligus merugikan Golkar dalam jangka panjang.
"Fraksi-fraksi di DPRD Sumut seharusnya membuat mosi tidak percaya, dan Golkar perlu mengevaluasi bahkan memberhentikan Erni dari jabatan Ketua DPRD. Masih banyak kader yang lebih layak," pungkas Azhari.red
Mewujudkan Visi WHO Jalan Taiwan Menuju Pemberantasan Hepatitis C sebagai Ancaman Kesehatan Masyarakat
kota
Asahan sumut24.co Dalam aksi yang menunjukkan komitmen tegas dalam memerangi kejahatan narkotika, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) P
Hukum
Asahan sumut24.co Polres Asahan menggelar acara penandatanganan pakta integritas sekaligus pengambilan sumpah bagi seluruh pihak yang terl
News
NEW YORK Indonesia mendesak PBB melakukan investigasi menyeluruh terhadap serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI yang bertugas di UN
News
sumut24.co MedanWakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menerima audiensi pihak Dana Pensiun Pegawai PT Bank Sumut, Selasa (31/3/2026)
kota
Wabup Pakpak Bharat Resmi Membuka Musrenbang
kota
Sidang Perdana Kasus Satelit Kemhan, Tiga Terdakwa Didakwa Korupsi Proyek USD 29,9 Juta
kota
Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal
kota
Kabur Antar Provinsi, Pelaku Pembobolan Toko Akhirnya Ditangkap Polres Padang Lawas
kota
Polisi Turun Langsung ke Desa! Bhabinkamtibmas Polsek Barumun Tengah Ajak Warga Pasar Binanga Jaga Kamtibmas
kota