Bayang-Bayang Dinasti di Madina: Jabatan Strategis Disorot, Kepentingan Publik Dipertanyakan
BayangBayang Dinasti di Madina Jabatan Strategis Disorot, Kepentingan Publik Dipertanyakan
kota
Baca Juga:
Tiga kata yang hampir sama makna dan pengertiannya bagi orang awam ini—serakah, rakus, dan congok—ternyata justru disenangi perilakunya oleh sebagian kalangan, termasuk oleh seorang Gubernur yang telah diangkat secara terhormat oleh rakyat untuk mengelola sebuah provinsi.
Akhir-akhir ini, ketiga kata tersebut menjadi trending topic di pemberitaan media cetak maupun media sosial. Bahkan, menjadi sorotan masyarakat di mana pun berita itu muncul.
Lantas, berita apa gerangan itu?
Pertanyaan ini menjadi buah bibir, baik di kalangan masyarakat terdidik maupun masyarakat awam di pelosok desa.
Apa sebenarnya isi berita yang membuatnya begitu heboh dan ramai diperbincangkan?
Yakni tentang seorang pejabat publik sekelas gubernur yang memiliki karakter serakah, rakus, dan congok. Jika kita memakai istilah dari etnis Mandailing, sifat seperti ini disebut "Na Okok". Bahkan ada lagi istilah yang lebih keras dan menggambarkan keserakahan tingkat dewa: "Durung Lamot" (Durlam).
Secara harfiah, Durlam menggambarkan seseorang yang ingin meraup semua yang ada di muka bumi ini. Seperti kata orang desa: "Sapu Ranjau", atau dalam istilah masyarakat pesisir: "Sapu Jagat"—apa pun disapunya, tak tersisa!
Jika rakyat miskin yang berperilaku seperti ini, mungkin masih bisa kita maklumi. Tapi saat perilaku tersebut justru menjangkiti elite pejabat tinggi di tingkat provinsi—itu luar biasa aneh!
Kelakuan seperti ini lazimnya dilakukan oleh makhluk lain di luar manusia. Padahal, manusia diciptakan Allah SWT sebagai makhluk yang paling sempurna, berakal sehat, dan beradab.
Inilah rupanya yang menjadi topik panas dalam beberapa hari terakhir, khususnya di jagat pemberitaan Nusantara. Terutama di Provinsi Sumatera Utara.
Namun berbeda dengan di Serambi Mekah, Provinsi Aceh. Di sana, berita seperti ini dianggap bad news—karena masyarakatnya sangat menjunjung tinggi harga diri. Jika harga diri sudah tidak dihargai, maka segalanya menjadi tak bernilai.
Bak kata orang-orang bijak:
> "Manusia hanya berharga, jika ia bisa menghargai harga dirinya."
* Wakil Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailing Sumut
BayangBayang Dinasti di Madina Jabatan Strategis Disorot, Kepentingan Publik Dipertanyakan
kota
Medan sumut24.co Pimpinan Anak Cabang Pemuda Karya Nasional (PAC PKN) Medan Marelan meminta Satuan Polisi Pamong Peraja (Sat Pol PP) agar
kota
Sergai sumut24.co Yusnar AlBanjari resmi terpilih sebagai Ketua Wartawan Mitra Humas Polres Sergai (WMHPS) untuk periode 20262028 dala
News
Polresta Deli Serdang Hadir Dalam Pelaksanaan Jumat Agung, Pastikan Pelaksaan Ibadah Aman Dan Kyusuk
kota
Pembatasan Pemakaian Gadget bagi Anak Investasi Negara dalam Membangun Generasi Sehat dan Produktif Oleh Ir. H. Abdullah Rasyid, M.E. Tra
Politik
sumut24.co ASAHAN, Profesionalisme dan kecepatan tanggap ditunjukkan oleh jajaran Polres Asahan dalam menangani situasi darurat kebakaran.
News
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
JAKARTA, INDONESIA Green SM Indonesia dan Bank Central Asia (BCA) hari ini mengumumkan penandatanganan perjanjian pinjaman investasi lim
Ekbis
Sorotan Tajam! Politikus Gerindra Rusydi Nasution Minta DPRD Padangsidimpuan Tahan Kenaikan Gaji di Tengah Tekanan Ekonomi
kota
Gak Cuma Belajar, Alfamidi Class di SMK Negeri 1 Padangsidimpuan Cetak Generasi Siap Kerja
kota