DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR: Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
News
Baca Juga:
- Pemko Medan Bersama Pelindo dan DP World Siapkan Pembangunan SMP Negeri di Belawan
- Ketua DPC AWI Kota Medan "Busor" Ucapkan Selamat dan Sukses "Brigjen Pol Sonny Irawan SIK MH" Sebagai Kapolda Sumut
- Buka Pekan Budaya Medan 2026, Rico Waas Main Gendang Melayu Deli dan Ajak Masyarakat Rawat Warisan Leluhur
Medan — Penggiat lingkungan dari Yayasan Hayati Indonesia, Marwan Ashari Harahap, menegaskan bahwa peningkatan luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) harus menjadi pekerjaan rumah (PR) prioritas bagi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap.
"RTH yang ada sekarang ini sangat jauh dari cukup untuk kebutuhan Kota Medan. Diperlukan kebijakan dan langkah progresif dari Wali Kota untuk memenuhinya, minimal 16 persen sesuai RTRW Kota Medan," tegas Marwan.
Saat ini, luas RTH di Kota Medan hanya sekitar 5 persen, jauh dari ketentuan Undang-Undang yang menetapkan target 30 persen untuk kota. Marwan menyebutkan, dalam beberapa dekade terakhir, keberadaan RTH tidak menjadi prioritas pemerintah kota. Padahal, RTH merupakan indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan dan kelayakan sebuah kota untuk dihuni, selain manfaat ekologis lainnya.
"Seharusnya banyak langkah dan terobosan yang harus dilakukan Wali Kota dan wakilnya untuk menambah luas RTH Kota Medan," ujarnya.
Menurut Marwan, untuk RTH publik, pemerintah perlu memprioritaskan penambahan lahan baru dan ekstensifikasi lahan publik lainnya, seperti penghijauan di sekolah melalui program Taman Sekolah, penghijauan di pinggir jalan, kantor, rumah sakit, puskesmas, terminal, stasiun, area sekitar tempat pembuangan akhir (TPA), serta di area masjid, makam, dan fasilitas umum lainnya.
Sementara itu, untuk lahan privat, pemerintah bisa mendorong implementasi kewajiban penyediaan RTH bagi industri, pabrik, dan pengembang perumahan. Selain itu, perlu ada upaya memotivasi masyarakat untuk menghijaukan pekarangan masing-masing, misalnya dengan penyediaan bibit tanaman dan pohon.
Minimnya RTH di Kota Medan, kata Marwan, berakibat pada kualitas udara yang buruk. Polusi, partikel debu, dan asap kendaraan bermotor sulit diserap karena keterbatasan area hijau.
"Kalau RTH tidak menjadi prioritas Wali Kota, itu menjadi tolak ukur rendahnya perhatian dan kepedulian terhadap terciptanya lingkungan yang sehat dan layak bagi warganya," pungkasnya.Rel
DITIKUNG DI TIKUNGAN AKHIR Hermawan Merasa Ditipu DPW, PPP Medan Dinilai Khianati Muscab Sendiri
News
Teguh Santosa Pepera 1969 Sejalan dengan Prinsip Self Determination
News
Siak sumut24.co Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol. Her
News
Gerebek Sarang Narkoba, Polresta Deli Serdang Bersama BNNK Berhasil Amankan seorang Bandar dan Lima Pria Positif Sabu
News
Gagasan Dosen UMSU Perombakan Radikal Sistim Perwakilan Harus dilakukan Demi Lawan Oligarki
News
Menteri Olahraga Maldives dan NOC Indonesia Dukung 100 CTFP untuk Para Atlet
News
MBG di Medan Disorot Usai 17 Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit, PDI Perjuangan Minta Tanggung Jawab
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri pengukuhan Ameriza Maruf Moesa sebagai Kepala Kanto
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meminta manajemen Rumah Sakit (RS) Abdul Jalil Meliala segera melengkapi
News
Misteri Hilangnya Pria 27 Tahun di Batang Toru Berakhir Tragis, Polisi Lakukan Penyelidikan
News