Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal: Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Baca Juga:
"Alhamdulillah, saya lulus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil," ujar perempuan usia tiga puluh satu tahun ini dengan mata berkaca-kaca.
Perempuan berusia tiga puluh satu ini tuna daksa fisik pada kaki kiri sejak tahun 2015. "Dulu saya normal. Saat mengikuti pertandingan karate saya mengalami cedera. Dislokasi pada pinggul. Memang dioperasi, tapi gagal. Jadinya sepertinya," kenangnya.
Dia mengaku belum mempunyai pengalaman bekerja. Dulunya dia merupakan atlet tolak peluru dan cakram. "Sebelum ikut tes CPNS saya bingung mau bekerja di mana dengan keadaan seperti ini. Dan ternyata Pemko Medan membuka peluang untuk penyandang disabilitas dengan formasi yang sesuai dengan jurusan saya," ujar alumni salah satu perguruan tinggi swasta di Medan jurusan Ilmu Komunikasi.
Warga Kecamatan Medan Petisah Kelurahan Sekip ini mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa lulus dalam seleksi CPNS Pemko Medan ini. Dia mengaku, soal-soal dari jalur disabilitas mempunyai kesulitan yang sama dengan jalur umum. "Kalau soal tes dengan umum tidak ada bedanya, passing grade-nya beda."
Ainin menyatakan komitmennya untuk menjadi abdi bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali sebagaimana dipesankan Wali Kota dalam amanatnya. "Insya Allah, saya siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, memberi kebanggaan pada keluarga, Kota Medan, dan masyarakat."
Data dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Medan menunjukkan, jumlah CPNS yang menerima SK Wali Kota Medan sebanyak 529 orang. Dari jumlah itu enam di antaranya penyandang disabilitas. Keenamnya adalah Ainin Trisea Yunanda (Tuna Daksa/kaki) ditempatkan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan, Nurhayati Widhya Putri (Tuna Daksa/pakai kaki palsu) di Sekretariat Daerah Kota Medan, Chery Mileni Christina Manalu (Tuna Daksa/badan kaku) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan. Lalu, Frans Jordan marpaung (Tuna Daksa/ kaki dan tangan kiri lemah) di Sekretariat Daerah Kota Medan, Fanganduru (Tuna Runggu/pendengaran) di Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Medan, serta Walber (Tuna Daksa/kaki) di Dinas Sosial Kota Medan. (Rel)
Dari Gerobak Pecel ke Pundak Jenderal Doa Ibu Penjual Pecel yang Mengantar Tiga Anak Jadi Perwira Negara
kota
Perolehan Tanah Ex HGU PT. Danau Diatas Makmur di Area Convention Hall Alahan Panjang
kota
Tidak Ada Masalah, Andar AminTerpilih Secara Konstitusional
kota
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum