Yusuf Ansori: OJK Tingkatkan Literasi Keuangan Bagi Perempuan

Medan I Sumut24.CO
Tingkat literasi atau pemahaman keuangan bagi perempuan masih sangat rendah dibanding laki-laki sehingga OJK menyasar peningkatan literasi keuangan tersebut terhadap perempuan.

Pasalnya, perempuan mempunyai peran sangat penting dalam mengelola keuangan baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga bahkan pengaruhnya terhadap negara.

“Begitu pentingnya peran perempuan dalam mengelola keuangan sehingga perlu peningkatan literasi keuangan atau pemahaman tentang keuangan bagi perempuan,” kata Yusup Ansori, Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam sambutannya dibacakan Untung Santoso, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Regional 5 Sumbagut di Hotel Four Points by Sheraton Medan, Selasa (20/9/2022).

Acara itu digelar Kantor OJK Regional 5 Sumbagut bertema “Edukasi Keuangan bagi Perempuan di Provinsi Sumatera Utara” dihadiri Kadis Koperasi dan UMKM Sumut Ir Suherman, MSi dan lebih 280 orang perempuan baik secara offline maupun online.

Pembicara lainnya Yulianta – Deputi Direktur Literasi dan Informasi Otoritas Jasa Keuangan, Kuseryansyah – Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Garda Tariasna Sibuea – Kepala Bidang Pendidikan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Medan, Ocfa Indah – Pj. Wakil Pemimpin Cabang PT Permodalan Nasional Madani Cabang Medan dan Frankie Wijoyo – Certified Financial Planner.

Menurut Yusup, literasi keuangan perempuan juga lebih rendah dibanding laki -laki yang mencapai 39,34 persen. “Inilah sasaran OJK untuk memberikan pemahaman keuangan bagi perempuan karena perannya sangat penting dalam mengelola keuangan,” katanya.

Perempuan dan ibu rumah tangga merupakan salah satu sasaran prioritas penerima program edukasi pada Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia 2021-2025.

Pada tahun 2019, tingkat literasi keuangan perempuan sebesar 36,13 persen lebih rendah jika dibandingkan laki-laki yang sebesar 39,94 persen.

Berdasarkan hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA), 94 persen pelajar memperoleh informasi literasi keuangan dari orang tua.

Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sebagai pendidik literasi keuangan yang pertama bagi sang buah hati minimal di tingkat keluarga.

Perempuan harus bisa memberdayakan diri sendiri dan mendorong anak-anaknya agar cakap keuangan sejak usia dini.
Yusup menyebut literasi keuangan merupakan jendela menuju financial well-being atau kesejahteraan keuangan dan menjadi essential life skill yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap orang.

“Inilah sasaran OJK untuk meningkatkan literasi keuangan terhadap perempuan karena perannya begitu penting dalam mengelola keuangan,” tegas Yusup.

Selanjutnya untuk para pelajar di pendidikan formal juga terdapat buku literasi keuangan mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.

Seluruh materi tersebut tentunya dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dengan mengunduh pada situs website sikapiuangmu.ojk.go.id. (red-1)