Wiwiek: Telur Dijual Perkilogram Bukan Perbutir

150

Medan I SUMUT24.CO

Kepala BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menuturkan dari pemantauan harga-harga kebutuhan pokok yang langsung dilakukannya di beberapa kota/kabupaten di Sumut. Harga cabai merah memang sedikit naik. Sementara kebutuhan lainnya, seperti daging ayam terjadi peningkatan harga.

Wiwiek mengatakan, masih kita temukan di masyarakat menjual telur per butir bukan kilogram. “Jadi sebutir telur ada yang menjual Rp1.200, Rp1.300 dan Rp1.400. Padahal ketentuan penjualan telur dengan kiloan.
Nanti kawan-kawan di BI, Pemerintah daerah maupun Pemprovsu mensosialisasikan penjualan telur per kilogram bukan perbutir,” ujarnya.

Sementara harga daging ayam sedkit ada kenaikan. “Harga daging ayam di Sidimpuan dan Sibolga ada terjadi peningkatan antara Rp35 ribu/Kg. Sementara harga bisanya cuma Rp27 ribu-Rp28 ribu/Kg. Laporan kami di Medan juga antara Rp32 ribu-Rp34 ribu per kilogramnya.

Dua minggu yang lalu, kita ketemu dengan distributor ayam dan telur. Sebetulnya, mereka juga bisa menjual denga harga Rp26 ribu per Kg. Yang kita harapkan di masayarakat, agar jangan menjual daging ayam terlalu tinggi, sekitar Rp28 ribu sampai Rp30 ribu. Sedangkan harga telor Rp22 ribu sampai Rp23 ribu per kilogramnya.

Permintaan telur selama Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri, diakui Wiwiek Sisto Widayat, memang cukup tinggi, hingga membuat hargannya jadi naik. “Kita berharap harga telur jangan terlalu tinggi, sehingga tak meresahkan pembeli,” pintanya.

Kepala BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menuturkan, semoga pasar murah ini bisa membantu kestabilan harga khususnya di Sumut. “Adapun komoditas utama yakni beras, minyak goreng, gula pasir dan tepung terigu dengan total paket sebanyak 2.000 paket,” katanya.

Dalam pasar murah ini Wiwiek mengatakan sudah dalam bentuk paket dengan nilai total Rp100.000 di mana masyarakat menukarkan dengan kupon yang dijual Rp 50.000 saja. “Jadi ada subsidi Rp 50.000 ditanggung oleh BMPD di Sumut,” imbuhnya. (R03)

Loading...