Wartawan SUMUT24 dan Keluarga Ditabrak

0
1073

MEDAN |SUMUT24
Penanganan kasus Lakalantas yang dialami wartawan SUMUT24, Juniper Sinamo warga Desa Tinada Kec Tinada Kab Pakpak Bharat,dengan truk tangki bertuliskan Mesran Sejahtera BK 9094 CY yang dikendarai Fadly, penuh tanda tanya. Pasalnya, meski sempat melakukan penahanan selama 2 malam, sopir truk tangki dilepas dari tahanan, dan hanya dikenakan wajib lapor saja.
M Sinamo, abang Juniper Sinamo kepada SUMUT24, Rabu (27/4) menceritakan, peristiwa tabrakan tersebut terjadi, Jumat (22/4) sekitar pukul 18.30 Wib di Penatapan Merek Kab Tanah Karo.
“ Saat itu, mobil tangki memotong 3 mobil yang berada di depannya. Melihat itu, mobil Fortuner BK 777 yang dikendarai adiknya pun berhenti. Namun, setelah memotong mobil di depannya, bahagian belakang truk tangki menghantam mobil yang dikendarai adik saya,”ujarnya.
Akibatnya, mobil Juniper pun masuk jurang, setelah sebelumnya sempat terguling sebanyak 3 kali. Sementara, bagian belakang truk tangki yang menghantam mobil Juniper tadi, menggantung di bibir jurang. Pasca terjadi lakalantas tersebut, Juniper Sinamo yang saat itu berada di dalam mobil bersama isteri Panni Parhusip (38), dan anaknya Hutri Sinamo ( 4,5 tahun). dibawa ke Puskesmas yang berada di Merek. Dan untuk penanganan yang lebih intensif, selanjutnya dibawa ke RS Suaka Insani, yang terletak di Jalan Seram Pematang Siantar.
“Kami tidak tahu, apa yang menjadi alasan Lantas Polres Tanah Karo melepas sopir truk tangki, dan hanya memberikan sangsi wajib lapor. Padahal, Lakalantas itu nyaris merengut korban jiwa,”ujar M Sinamo kesal.
Selain itu, sambungnya, jangankan korban dimintai keteranganya oleh polisi, tak seorangpun perwakilan dari PT Mesran Sejahtera yang melihat keadaan korban. Anehnya, kenapa sopir tangki itu dilepas.
“Sebagai perwakilan dari keluarga, kami sangat menyesalkan dan sangat prihatin dengan sikap Kasatlantas Polres Tanah Karo dalam menangani kasus ini. Ada apa ini? Seharusnya,lanjutnya, pihak yudikatif berpihak kepada yang dirugikan, bukan sebaliknya,”ujarnya.
Soal dilepasnya sopir truk tangki itu, M Sinamo mengaku sudah menanyakanya dengan Kasatlantas Polres Tanah Karo, AKP Tony R. Menurutnya, saat ditanya, Kasatlantas hanya mengatakan kalau kasus itu akan tetap diproses, dan meminta para korban datang ke Polres Tanah Karo untuk dimintai keteranganya.
Namun, saat ditanya mengapa sopir tangki hanya dikenakan wajib lapor, Kasatlantas hanya mengatakan, mohon maaf.
“Mohon maaf lah pak,” ujar M Sinamo, menirukan apa yang disampaikan oleh AKP Tony padanya.
Dikatakanya, semestinya Kasatlantas menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Seharusnya sopir tangki itu ditahan dulu, sampai ada mufakat anatar sopir truk dengan adiknya.
Terpisah, Kasatlantas Polres Tanah Karo AKP Tony R saat dikonfirmasi SUMUT24 , mengaku sedang sibuk , karena saat itu ada kunjungan Panglima TNI ke Tanah Karo.
“Ia langsung ke Kanit Laka,” sebutnya melalui pesan singkat dari selularnya.
Selanjutnya, Kanit Laka Polres Tanah karo, IPDA Suko, saat dikonfirmasi SUMUT24 membenarkan terjadinya peristiwa lakalantas itu.
Dikatakanya, mobil tangki yang bertabrakan dengan mobil Fortuner itu, datang dari arah Sidikalang menuju Kabanjahe.
“Kalau dari Sidikalang, melewati Penatapan pertama, sedangkan kalau dari Merek sebelum Penatapan pertama. Di lokasi hutan terdapat tikungan tajam, dimana saat itu sedang hujan gerimis. Mobil tangki dalam keadaan kosong tidak ada muatan, tiba-tiba ngerem karena ada tikungan tajam di depannya, kemudian bagian belakangnya buang ke kanan,”ujarnya.
Pada saat buang ke kanan, lanjutnya, lewat mobil Fortuner yang sebelumnya sempat mengelak ke kiri. Kecelakaan pun tak dapat dihindari. Dikarenakan beram jalan rendah, dan dibawahnya bisa dikatakan terdapat jurang dan bisa juga tidak, karena terdapat ladang. Mobil Fortuner itu pun jatuh terguling menghantam batu besar, dan kemudian terguling lagi, sehingga mengalami kerusakan yang cukup parah.
“Mungkin, kalau mobil tidak menghantam batu, tidak begitu parah,”sebutnya.
Selanjutnya, korban pun dibawa ke Puskesmas, Untuk memastikan kondisi Wartawan SUMUT24 beserta isteri dan anaknya disarankan dibawa ke RS Efarina Kabanjahe. Namun, pihak keluarga tidak mau , dan menginginkan dirawat di Siantar.
“Kami dan pihak Rumah Sakit tidak mau memaksakanya,”sebutnya.
Kalau dari segi pasal, sambungnya, kategorinya termasuk luka ringan. Pasalnya 310 ayat 2, yakni luka ringan dan ayat 1, yakni kerugian materi, dengan anccaman dibawah 5 tahun. Jadi, dengan ancamanya ringan itu, tidak bisa ditahan. Dan untuk mengantisipasi agar sopir tangki tidak melarikan diri, atau menghilang, sudah diminta kepada keluarganya untuk membuat surat pernyataan. Dengan ketentuan, setiap saat dibutuhkan segera hadir, dan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis.
“Itulah yang sebenarnya. Kami juga minta informasi kemana kami bisa menghubungi korban. Sudah kita siapkan surat panggilan. Kalau kondisi korban sudah sehat, dan kalaupun nanti ada informasi kondisi korban belum begitu sehat, kami akan datang kesana untuk mengambil keterangan. Kami sudah rencanakan, bahkan surat jalan pun sudah kami buat, untuk melakukan peninjauan, dan mengecek kondisi korban,”pungkasnya.(W01)