Wali Kota Paparkan Soal Multikultural Medan dan Potensi Kerawanan

149

Medan|SUMUT24
Wali Kota Medan, Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, M.Si., M. H. dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si. bersama dengan Dandim 0201 BS, Kolonel Yuda Rismansyah, Kapolrestabes Medan, Dr. Kombes. Pol. Dadang Hartanto, menerima kunjungan Tim Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri Perwira Seskoad ke-57 di Wilayah Sumut, Senin (22/7) di Markas Kodim 0201 BS Medan.

Turut hadir dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Dalam Negeri Perwira Seskoad yang mengambil materi “Peran Satuan Komado Kewilayahan Dalam Menciptakan Kondisi Sosial, Politik, dan Keamanan yang Kondusif Pasca Pemilu 2019 Guna Mencegah Disintegrasi Bangsa,” ini Dirbindik Seskoad, Kolonel Arm. Tri Wibawa, S.E., M.M., pimpinan DPRD Medan, KPU Medan, Bawaslu Medan, partai politik, dan tokoh masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Wakil Wali Kota Medan memaparkan tentang Medan yang memiliki penduduk beragam etnis dan agama, sehingga dapat disebut sebagai miniatur Indonesia.

“Multikultural Medan ini merupakan modal sosial cukup signifikan dengan adanya ikatan sosial yang cukup kuat di antara warganya,” ungkapnya seraya menyebutkan, sisi pemerintahan Medan 21 kecamatan, 151 kelurahan, dan 2001 lingkungan sebagai satu pemerintah yang terkecil.

Menurut Wakil Wali Kota, potensi kerawanan di Medan lebih dipicu oleh kesenjangan ekonomi yang menciptakan kecemburuan sosial. Kesenjangan ekonomi ini juga potensial “ditarik ke sana ke mari” menjadi isu politik. Karena itu, dibutuhkan kerja keras bersama untuk menciptakan keseimbangan ekonomi.

Suatu hal yang patut dibanggakan, lanjut Akhyar, Kota Medan juga memiliki Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, yang antara lain terdiri dari unsur Wali Kota, Kapolrestabes, Dandim, Kajari, dan Ketua PN. Unsur Forkompimda ini senantiasa berkomunikasi dan berkoordinasi dalam merespons setiap gejala yang mengancam keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Di tingkat yang lebih bawah lagi, tambah Akhyar, kerja sama dan koordinasi antara Lurah, Babinsa, dan Babinkamtibmas juga sangat sinergis. Dukungan Babinsa dan Babinkamtibmas terhadap Lurah ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada kelurahan dalam mengatasi persoalan yang tengah terjadi.

Berkaitan dengan potensi kerawanan yang timbul dalam penyelenggaran Pemilu, Wakil Wali Kota juga menyampaikan masukan agar masa kampanye dipersingkat. Menurutnya, semakin lama masa kampanye, maka semakin lama pula masa ketegangan antarpendukung.

Sebelumnya, Kapolrestabes Dr. Kombes. Dadang Hartanto, dalam pemaparan menyampaikan, sebuah daerah dapat dikatakan aman dan kondusif antara lain jika tidak adanya rasa takut masyarakat terhadap gangguan dan cepatnya potensi konflik diselesaikan.

Selain itu, lanjutnya, aman dan kondusifnya sebuah daerah juga ditandai dengan cepatnya pelayanan kepada masyarakat yang mendapat masalah dan masyarakat merasa nyaman dalam melakukan aktivitasnya.(R02)

Loading...