Wali Kota Langsa Kecewa Terhadap Kinerja PNS

Langsa I SUMUT24
Wali Kota Langsa, Usman Abdullah SE, menyatakan,  kekecewaannya terhadap kinerja pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di sejumlah SKPK lingkungan Pemko Langsa.

Hal itu disampaikan Wali Kota saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah SKPK, Rabu (30/3).

Sekitar pukul 09.00 WIB wali kota pertama melakukan sidak ke Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) setempat dan dilihat banyak PNS yang tidak berada di ruang kerjanya, sehingga membuatnya merasa kesal.

Kemudian langsung menuju ke Dinas Pendidikan setempat, dilihat salah satu ruangan kerja ditemukan tidak ada PNS satu pun.Anehnya lagi, saat ditanya salah satu staf disana tidak tahu teman kerjanya yang lain kemana perginya.

“Kita imbau kepada PNS agar tidak meninggalkan kantor saat jam kerja karena dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat dan jangan datang hanya isi absen atau pinger print saja,sehingga melalaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur pemerintah,”ujarnya.

Selanjut ke Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) ini Wali Kota tidak begitu kecewa karena sejumlah PNS masih berada di ruangan kerjanya.

Selanjutnya, ke Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) setempat, Wali Kota meminta kepada Sekretaris BLHKP agar kantornya untuk segera dilakukan pengaspalan di halamanya dan menjaga kebersihan karena instansi sebagai corong terdepan sebagaimana tugas maupun nama dari instansi itu.

“Jangan sampai BLHKP yang tugasnya untuk menjaga kebersihan dan taman tapi halaman atau sekitar kantornya saja tidak bersih alias kumuh kan itu memalukan sekali,”ujarnya.

Puncak kekecewaan Wali Kota pun kembali terlihat ketika melakukan sidak terakhir di Kantor Perpustakaan dan Arsip, karena dilihat banyak sampah dan kamar mandi yang jorok,bahkan banyak sarang laba-laba diatas plafonnya.

Disela-sela itu, Wali Kota mengatakan, idealnya lingkungan ini dikelola dengan membangun ruang terbuka hijau dengan menanam pohon, sehingga pengunjung yang datang betah dan nyaman ketika datang ke perpustakaan untuk membaca atau sekedar mencari bahan sekolah.

Karena Kepala Perpustakaan dan Arsip saat itu tidak berada di kantor membuat wali kota harus menunggu lama hingga satu jam lebih dan langsung meminta kertas kosong plus pulpen menuliskan semua temuannya itu.

Ketika Wali Kota hendak pergi Kepala Perpustakaan dan Arsip pun sampai.”Saya akan datang lagi dan kalau tidak berubah juga apa yang sudah dituliskan dalam temuan itu maka siap-siap saja nantinya,” tegasnya.(Han)