Wakil Walikota Medan Pantau Kondisi Lapangan Merdeka

92

Medan|SUMUT24
Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution, senam jantung sehat bersama ribuan warga di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (11/3).

Selain senam, Wakil Walikota juga memantau seluruh lapangan bersejarah di Kota Medan itu yang selalu digunakan warga untuk berolahraga sekaligus bersantai bersama anggota keluarganya.

Selain Wakil Walikota, senam jantung sehat juga diikuti Asisten Pemerintahan Musadat Nasution, Kadispora Kota Medan Mara Husin Lubis, serta sejumlah camat dan lurah. Pelaksanaan senam yang bermanfaat untuk kesehatan jantung itu dipandu sejumlah instruktur dari Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Sumatera Utara.

Usai senam, Wakil Walikota selanjutnya berjalan mengelilingi Lapangan Merdeka. Selain ingin melihat warga yang berolahraga, Wakil Walikota, juga mengecek kondisi seluruh fasilitas yang ada di lapangan tersebut. Kali ini yang menjadi sorotan Wakil Walikota, track yang digunakan komunitas BMX untuk berlatih sekaligus atraksi.

Wakil Walikota minta kepada Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan Zulfakhri Ahmadi untuk segera memperbaikinya. “Saya harap lubang-lubang itu segera diperbaiki secepatnya. Dengan begitu anak-anak ini dapat berlatih dengan baik sehingga mreka bisa berprestasi,” kata Wakil Walikota.

Selain lintasan track BMX, Wakil Wali Kota juga menyoroti lintasan berjalan bagi warga berusia lanjut (manula). Ayah dua anak itu mendapati ada ada beberapa conblock yang pemasangannya tidak rata.

Sementara itu Kadispora Kota Medan, Mara Husin Lubis mengatakan, pelaksanaan Car Free Day (CFD) akan digelar kembali Minggu (18/3) mendatang. Selain senam jantung sehat, CFD juga akan dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan olahraga tradisionil seperti panahan, engklek, enggrang serta sepak bulu ayam (kenchi).

Dikatakan Mara Husin, permainan olahraga tradisionil itu akan dipusatkan di Jalan Pulau Pinang. “Selain untuk memeriahkan CFD, kita ingin mengajak masyarakat uhtuk melestarikan permainan olahraga tradisionil, terutama kaum muda. Sebab, permainan olahraga tradisionil ini sudah jarang dimainkan masyarakat,” jelas Mara Husin.(R01)

SHARE