Wakil Bupati Atika Azmi Uttami Nasution Minta Bantuan Peralatan dari BNPB

128

 

Jakarta I Sumut24.co

Wakil Bupati Mandailing Natal, Atika Azmi Utammi Nasution, B.App, Fin., M.Fin., bertemu Plt. Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Ir. Harmensyah, Dipl. SE, MM, di Graha BNPB Jakarta, Jumat (08/10/2021). Dalam pertemuan itu turut mendampingi Atika Azmi adalah Plt. Kepala BPBD Mandailing Natal, Subuki Nasution dan Kepala Bidang Kedaruratan Bencana BPBD Mandailing Natal, Mulia Raja Nasution.

Pada kesempatan itu, Atika Azmi melaporkan kesiapsiagaan seluruh perangkat pemerintahan mengadapi potensi bencana di Kabupaten Mandailing Natal. Menurutnya Kabupaten Mandailing Natal termasuk wilayah yang rentan bencana alam, mulai dari banjir, kebakaran hutan, longsor, letusan gunung berapi sampai tsunami.

Menurut data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2020, Kabupaten Mandailing Natal berada pada urutan ke-5 dari seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Khusus di Provinsi Sumatera Utara, Kabupaten Mandailing Natal berada diurutan kedua paling berisiko terjadi bencana setelah Kota Gunung Sitoli.

Secara nasional, masih menurut data IRBI, Kabupaten Mandailing Natal berada pada posisi 16 untuk risiko bencana banjir, posisi ketujuh untuk risiko bencana gempa bumi, posisi ke-10 untuk risiko bencana tsunami, posisi ke-26 untuk risiko bencana letusan gunung api, dan posisi 322 untuk risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Bencana memang tidak bisa diprediksi, tetapi kesiapan sebelum dan saat peristiwa terjadi bisa meminimalisir dampaknya,” ujar Wakil Bupati Mandailing Natal dalam kesempatan pertemuan tersebut.

Sebagai bentuk penguatan dan ketahanan dalam menghadapi bencana, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal juga pernah mengikuti rapat lintas kementerian terkait progres pekerjaan fisik penanggulangan bencana alam. Salah satu bencana yang sering terjadi di Mandailing Natal adalah banjir. Untuk itu, Atika Azmi mengharapkan atensi BNPB untuk membantu Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dari segi peralatan terbaru dalam menghadapi bencana dan buffer stock logistik darurat.zal