Wajib Tahu, Ini Bedanya Gejala Varian Omicron dan Delta

247

Jakarta I Sumut24.co
KEMENTERIAN Kesehatan telah mengonfirmasi kasus pertama Covid-19 varian Omicron, ternyata ada perbedaan gejala dengan varian Delta.

Varian Omicron yang masuk ke Indonesia itu diumumkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, begini perbedaannya dengan Covid-19 varian Delta.

Omicron dan Delta adalah dua di antara varian Covid-19 yang telah menyebar ke banyak negara dunia, begini gejala virus tersebut.

“Kemenkes tadi malam mendeteksi pasien inisial N terkonfirmasi Omicron pada 15 Desember 2021,” ujar Budi pada, Kamis, 16 Desember 2021.

Afrika Selatan adalah lokasi pertama ditemukannya varian baru Covid-19 Omicron.

Varian ini diketahui telah menyebar ke 47 negara di dunia, total sudah ada 1803 kasus positif hingga 11 Desember 2021.

Diketahui varian tersebut adalah mutasi virus corona yang mempunyai hingga lebih dari 30 perubahan pada protein.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di laboratorium di Afrika Selatan, berikut ciri-ciri gejala COVID-19 yang dilaporkan:

Gejala seperti flu (flu like syndrome)
Batuk kering
Demam
Nyeri pada banyak bagian tubuh
Kelelahan
Tenggorokan gatal
Tidak batuk
Tidak kehilangan indra perasa dan penciuman
Pasien COVID-19 Omicron Alami Gejala Ini

Ada yang membedakan pasien positif COVID-19 Omicron dengan varian lainnya, yakni ada gejala yang timbul di malam hari.

“Satu tanda mungkin muncul pada malam hari. Pasien datang dengan ‘keringat malam’,” menurut dokter umum Unben Pillay pada briefing yang diadakan pada hari Senin oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan, menyebutkan gejala yang dilaporkan pasien Omicron.

Keringat malam yang dimaksud saat kondisi pakaian hingga tempat tidur yang basah kuyup akibat cairan keringat, padahal udara di sekitar tempat tidur sejuk.red