UWC ISAK Jepang Menang Zayed Sustainability Prize 2022 Mewakili Asia Timur dan Pasifik

188

Jakarta I Sumut24.CO
UWC ISAK Jepang menjadi pemenang the Zayed Sustainability Prize 2022 untuk kategori Sekolah Menengah Dunia mewakili wilayah Asia Timur dan Pasifik.Sekolah ini dipilih sebagai pemenang di antara tiga finalis pada Upacara Penghargaan ke-13 selama the Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW).

Upacara Penghargaan tersebut dihadiri oleh pemimpin dan menteri dunia dan pejabat senior tingkat tinggi dari Uni Emirat Arab dan luar negeri, selain finalis 2022. Sekolah UWC ISAK adalah sebuah sekolah internasional swasta berbasis di prefektur Nagano di Jepang, dinyatakan sebagai pemenang atas proyeknya yang dipimpin oleh siswa, yang bertujuan menciptakan sebuah 100% sekolah hijau dengan mendorong operasional sekolah yang bersih dan memfasilitasi swadaya air dan energi bagi semua warga sekolah.

Para siswanya akan mendapatkan dampaknya melalui sebuah gabungan solusi berkelanjutan termasuk pemasangan mesin pemanas biomassa untuk tujuan pemanasan, dikombinasikan dengan panel surya untuk menghasilkan energi terbarukan dan sensor gerak pada lampu untuk meningkatkan efisiensi energi.

Pemanas biomassa berbahan bakar pellet kayu, sebuah sumber yang berbiaya rendah dan mudah didapat di Kawasan tersebut untuk menggantikan sistem bensin dan minyak tanah yang diharapkan mengurangi 25% emisi CO2 dalam jangka waktu lima tahun ke depan, sambil menghasilkan kira-kira 100-150 kW listrik setiap tahunnya.

Selain itu, sistem pemanen air hujan akan dipasang untuk berbagai tujuan harian seperti berkebun dan sanitasi, sambil mengurangi konsumsi dengan memasang alat penghemat air pada keran di 12 perumahan komunitas.
Sekolah UWC ISAK juga akan membangungudang pengomposan dengan tempat sampah untuk sisa makanan, yang diharapkan dapat menguragi jumlah sampah yang dapat dibakar hingga 30% per tahun.

Dr. Lamya Fawwaz, Direktur the Zayed Sustainability Prize mengatakan: The Zayed Sustainability Prize mengakui bahwa anak-anak muda adalah motor pendorong untuk pengembangan berkelanjutan dan memperdayakan mereka untuk mencapai potensi maksimal mereka.

Pemuda dunia adalah masa depan, dan kemampuan mereka yang berkesinambungan memperkenalkan, mendorong dan memberikan inspirasi positif, perubahan akar rumput menjadi penting untuk memungkinan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif, khususnya mengingat aksi iklim yang dipercepat di mana pemuda adalah pemangku kepentingan utama.

Dr.Fawwaz melanjutkan: “The Zayed Sustainability Prize memberikan selamat kepada UWC ISAK Jepang atas kemenangannya dan memuji sekolah ini atas proyeknya yang ambisius dan lengkap yang menciptakan sinergi menjanjikan di seluruh energi, air dan hubungan pangan dalam upaya untuk menciptakan sebuah sekolah hijau sepenuhnya.”

Berkomentar tentang menang Penghargaan ini, Mr. Jemison, Kepala Sekolah dan Wakil Ketua Dewan Internasional UWC, mengatakan: “Kami merasa terhormat dan rendah hati bisa bergabung dalam keluarga the Zayed Sustainable Prize dengan diakui sebagai pemenang Penghargaan 2022 ini pada kategori Sekolah Menengah Dunia mewakili wilayah Asia Timur dan Pasifik. Mendidik pemimpin muda menjadi katalisator untuk perubahan positif dan memberikan kembali kepada lingkungannya adalah jantungnya etos sekolah kami. Sejak berdirinya UWC ISAK Jepang pada tahun 2014, kami telah berupaya Bersama agar sekolah kami menjadi pemimpin dalam Gerakan UWC, kota Karuizawa dan Jepang secara keseluruhan, dengan menciptakan sistem yang tidak hanya mendukung lingkungan kami tapi juga memungkinkan para siswa tumbuh secara akademis dan sebagai warga negara yang berkelanjutan.”

Proyek yang dijalankan UWC ISAK Jepang juga akan mempromosikan pertanian yang berkelanjutan dengan menciptakan sebuah perkebunan sekolah yang akan menggunakan permakultur dan sinekokultur – sebuah metode perkebunan untuk membudidayakan beragam tanaman sambil memperkaya keanekaragaman hayati lokal.

Lebih dari itu, para siswa akan mengelola seminar untuk mendidik lingkungan lokal dan mendirikan pasar petani lokal untuk mempromosikan konsumsi produksi domestik dan mendapatkan penghasilan.

Proyek ini mendorong transportasi yang berkelanjutan dengan meningkatkan akseske sepeda elektronik dan mengurangi perjalanan bis antar jemput ke sekolah dan daerah sekitar, sehingga mengurangi pemakaian bensin untuk transportasi sebesar 44 liter per tahun.

Proyek di kota Karuizawa di Prefektur Nagano ini akan berdampak terhadap 520 siswa di rentang waktu lima tahun ke depan dan 70 anggota fakultas yang akan langsung terlibat.Lebih luas lagi, 3.560 orang di berbagai sekolah akan mendapatkan manfaatnya dengan membangun kesadaran akan sekolahnya yang menjadi studi kasus transformasi keberlanjutan.

UWC ISAK Jepang adalah sekolah jaringan dunia UWC kedua yang menang Penghargaan, menyusul kemenangan tahun 2020 yaitu UWC Mostar, Bosnia dan Herzegovina mewakili wilayah Eropa dan Asia Tengah kategori Sekolah Menengah Dunia.

Zayed Sustainability Prize senilai 3 juta Dolar Amerika ini mengakui Usaha Kecil Menengah, Organisasi Nirlaba dan Sekolah Menengah Dunia atas solusi-solusi berkelanjutannya, sesuai dengan Target Pembangunan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) atau United Nations’ Sustainable Development Goals(SDGs) dan telah berdampak terhadap hidup lebih dari 370 juta orang di seluruh 150 negara, hingga saat ini.

Kategori Sekolah Menengah Dunia sendiri telah menjangkau dan memberikan dampak kepada kurang lebih 45.144 siswa dan lebih dari 425.170 orang dalam lingkungan yang lebih luas, dan angka ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

Cakupan kategori-kategori Kesehatan, Pangan, Energi, Air dan Sekolah Menengah Dunia, penghargaan ini diinspirasi oleh dan dalam upaya menghormati warisan keberlanjutan dan kemanusiaan dari pendiri dan presiden pertama Uni Emirat Arab, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan Almarhum.

Untuk kategori Sekolah Menengah Dunia, ada enam sekolah, setiap sekolah mewakili satu wilayah dunia, menerima sampai dengan 100.000 Dolar Amerika untuk menjalankan proyek mereka yang dipimpin oleh siswa.
Tidak seperti kategori-kategori untuk organisasi, Sekolah Menengah menyerahkan proposal proyeknya untuk membangun atau memperbesar sebuah solusi yang sudah mereka kembangkan untuk sekolah mereka atau lingkungan lokal.

Tujuan dari kategori ini, yang telah diperkenalkan di Penghargaan tahun 2012 adalah untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak muda untuk menjadi pelopor, inovator dan pendukung keberlanjutan yang akan memberikan kontribusi kepada masa depan yang lebih lestari. Wilayah dunia untuk Sekolah Menengah Dunia adalah: Amerika, Eropa dan Asia Tengah, Timur Tengah dan Afrika Utara, Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan dan Asia Timur & Pasifik. (red)