Usulan Perkim Medan Ditolak,Kementerian PUPR Tenderkan Desain Bangunan Pasar Aksara

75

MEDAN|SUMUT24
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menolak usulan desain bangunan Pasar Aksara yang diajukan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang (DPKPPR) Kota Medan.

Hal itu diketahui Kadis PKP2R Benny Iskandar beberapa hari lalu.
Benny mengatakan perkembangan pembangunan tersebut ia ketahui usai menerima pesan singkat dari Kementerian PUPR, Senin (15/4)

“Seminggu yang lalu kami dapat pesan dari mereka (Kementerian PUPR) kalau saat ini proyek Pasar Aksara dalam masa pelelangan DED atau Detail Engineering Design,” ujar Benny.

Diterangkannya, DED merupakan salahsatu bagian dalam tahapan perencanaan proyek bangunan sipil, yang mana di dalam DED dijelaskan secara rinci rencana teknis meliputi arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal, tata lingkungan, Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja serta Syarat-syarat (RKS). Itu dilakukan guna memedomani pengerjaan proyek.

Padahal sebelumnya, diakui Benny pihaknya (DPKPPR Pemko Medan) sempat mengusulkan rancangan DED sendiri, namun ditolak oleh Kementerian PUPR. Adapun alasannya, lantaran proyek Pasar Aksara dibangun dari sumber APBN.

“Katanya itu wewenang mereka, karena sumber dana berasal dari APBN,” sambung Kadis PKPPR.

Oleh karena itu, Benny melanjutkan peran DPKPPR maupun Pemko Medan dalam proyek Kementerian PUPR ini hanya bertugas sebagai unit pengawasan konstruksi proyek.

“Pembangunan fisik adanya di mereka, kita ditugasi sebagai memanajemen pengawasan konstruksi,” ujarnya.

Benny yang tampak terburu-buru diwawancarai ini menjelaskan bahwa DPKPPR belum mengetahui detail anggaran yang dibutuhkan karena segala proses perencanaan ada di DPKPPR.

Namun demikian, ia menjelaskan adanya kemungkinan proyek bisa dimulai pada tahun 2019 ini.

“Bisa jadi tahun ini kalau proyeknya multiyears. Tapi kalau gak multiyears kemungkinan tahun depan-lah,” tukasnya.

Digadang-gadang proyek Pasar Aksara akan memakan biaya sebesar Rp 106 Miliar dari dana APBN, di mana pasar yang akan dibangun diarahkan ke Jalan Masjid Dusun I Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.

Sementara pada lokasi bangunan yang lama, Pemko Medan berencana membangun Fly Over, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan terminal MRT.

Lokasi Pasar Aksara yang berada di kawasan administrasi Pemkab Deliserdang saat ini masih berdiri rumput rumput liar. Jalan pendukung menuju proyek ratusan miliar ini pun berkisar hanya selebar 4 meter.

Nantinya setelah rampung dibangun maka pasar itu akan diserahkan terutama kepada pedagang yang berjualan di Pasar Aksara.

“Kita sudah mengabarkan kepada pedagang soal pembangunan pasar aksara yang baru. Pasar Aksara nanti kita bangun di lokasi yang berjarak 500 meter dari pasar sebelumnya,” ujar Direktur PD Pasar Rusdi Sinuraya.

“Jadi jalan Masjid itu akan kita perlebar lagi. Nggak sekecil itu nanti,” katanya lagi.(R02)

Loading...