Usai Sholat Jumat, Sejumlah Pejabat Dirotasi

MEDAN | SUMUT24
Sebagaimana Janji Gubsu Tengku Erry Nuradi untuk merotasi pejabat di jajaran Pemprovsu bakal dilakukan hari ini, Jumat (17/6). Hal itu ditegaskan Gubsu saat buka puasa Kamis (16/6) sore. “Ya, siang ini sekira pukul 14.00 WIB habis Sholat JUmat akan digelar rotasi SKPD,” ujar Gubsu HT Erry Nuradi.

Pasalnya, Pemprovsu sudah menerima rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) yang menyatakan kalau hasil tim pansel lelang jabatan Provsu sudah sesuai aturan dan mekanisme.

Sementara itu rotasi pejabat Provsu hari ini, Jumat (17/6) juga dibenarkan oleh Sekdaprovsu yang juga Ketua tim pansel lelang jabatan Provsu, Hasban Ritonga, Kamis (16/6).

“Kita lihat saja besok, mudah-mudahan jadi ya. Memang harusnya ini pastinya dari pak Gubsu. Tapi kalau feeling saya memang besok itu jadi karena rekomendasi dari KASN sudah kita terima,” ujar Hasban.

Dijelaskan Hasban, rotasi yang dilakukan bisa sekaligus berdasarkan hasil rekomendasi tim pansel sebelumnya atua bisa juga dilakukan secara bertahap. “Jadi yang akan kita lihat ini apakah seluruhnya nanti dirotasi berdasarkan rekomendasi pansel atau bertahap, karena kewenangan itu kan ada di Pembina kepegawaian yaitu pak Gubsu. Namun yang jelas rekomendasi dari KASN soal ini sudah keluar, artinya kalau pun ada persiapan untuk pelantikan itu tidaklah terlalu banyak, karena kita ruangan untuk pelantikan ka nada, undangan juga bisa dibuat nanti malam,” ujar Hasban sembari tersenyum.

Namun, Hasban terkesan enggan memaparkan siapa saja yang bakal dilantik dan dirotasi hari ini (17/6). Menurutnya, bisa saja rotasi dilakukan secara bertahap dan bisa sekaligus. “Kalau berapa jumlahnya saya kira besok sajalah ya, karena itu kewenangan dari pak Gubsu. Tapi kalau pelantikan untuk besok itu feeling saya ada,” terangnya.

Berdasarkan hasil rekomendasi dari KASN ini kata Hasban, dinyatakan kalau proses yang dilakukan oleh tim pansel lelang jabatan Provsu itu sudah sesuai aturan dan mekanisme. Sehingga KASN merekomendasi Pemprovsu sudah boleh melakukan mutasi dan rotasi pejabat.

“Artinya dari rekomendasi KASN itu kita sudah boleh memutasi dan merotasi kemana siapa dan siapa kemana,” jelasnya sembari mengatakan, dari hasil uji kompetensi sendiri, tim pansel mengeluarkan tiga rekomendasi yakni ada pejabat yang tetap di tempat, ada yang dirotasi dan mutasi dan ada yang tidak direkomendasikan.

Lanjut Hasban, jika rotasi pejabat sudah dilakukan, maka untuk selanjutnya Pemprovsu akan melakukan lelang jabatan untuk kursi yang kosong, seperti untuk 8 kursi yang sebelumnya kosong. “Kalau rotasi tahap satu ini sudah selesai maka kita akan membuka lelang jabatan, agar pejabat di kabupaten/kota yang mau mendaftar dapat mengetahui apa saja syaratnya. Lelang jabatan akan kita buka secepatnya,” terangnya.

Sementara itu, disinggung ada tiga pejabat di jajaran Pemprovsu yang sudah menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya saat uji kompetensi berlangsung, Hasban memastikan kalau ketiga pejabat itu termasuk dalam pejabat yang bakal dirotasi.

“Kalau saya melihat jika kita mau menempatkan pejabat the right man and the right job, selain itu pertimbangannya kenyaman bekerja juga harus sesuai dengnan kompentensi dan minat. Kalau dia kompeten tapi tidak berminta ini tentu akan menjadi pertimbangan bagi kita untuk tidak menempatkannya di posisi itu lagi,” terang Hasban.

Dicontohkan Hasban, dirinya saja mengeluarkan kebijakan sama anggota jika mengundurkan diri dari PPTK, itu saja akan direkomendasi jabatannya untuk ditinggalkan. “Itu belum lagi dia mengundurkan diri dari jabatan, tapi kalau dia mundur dari tugas dia sebagai pejabat pengelola keuangan itu artinya dia kan tidak happy dan tidak enjoy dengan jabatannya, tentu kerjanya juga nanti tidak maksimal,” tegas Hasban.

Sementara itu disinggung santernya isu suap jabatan di jajaran pejabat Pemprovsu ini karena rotasi pejabat terlalu lama rentang waktunya dari hasil uji kompetensi yang sudah dilakukan Maret lalu, Hasban dengan tegas menampik kalau pihaknya sama sekali tidak ada menerima setoran apapun terkait rotasi pejabat ini.

“Saya kira tidaklah ada setoran itu hanya isu saja, sebab kepada saya tidak ada yang setor. Tidak ada itu, kalau pansel itu tidak ada yang menerima itu. Kalo calo di luar sana mana lah tahu kita,” kata Hasban.

Hasban juga menampik kalau dalam rotasi jabatan ini masih tersangkut dengan isu adanya gerbong mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho dan gerbong Gubsu, Tengku Erry Nuradi. Dikatakan Hasban, rotasi yang dilakukan objektif berdasarkan hasil penilaian uji kompetensi.

“Kalau itu bisa saya pastikan tidak ada yang seperti itu, makanya marilah kita bangun Sumut ini bersama-sama, jangan lagi ada isu-isu seperti itu,” kata Hasban.

Menanggapi lambannya proses rotasi pejabat di jajaran Pemprovsu ini, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sumut, Abyadi Siregar mengatakan proses rotasi pejabat ini sudah terlalu lama dan selama ini tidak transparan kepada public. Padahal, harusnya yang namanya pelayanan public haruslah tetap diumumkan secara transparan kepada public.

“Harusnya kalau pelayanan public apapun namanya harus transparan, ini sudah terlalu lama sehingga menimbulkan opini negative di kalangan masyarakat, kenapa terlalu lama proses ini ditetapkan. Padahal hasil uji kompetensi dari tim pansel sudah sejak beberapa bulan lalu diberikan kepada Gubsu,” terang Abyadi. (W01/W03)