Untuk Pertama Kali 4 SMK di Labura Laksanakan UN Berbasis Komputer

0
1017

AEKKANOPAN | SUMUT24

Empat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Labuhanbatu Utara (Labura) pada Ujian Nasional (UN) 2016 menggunakan sistem berbasis komputer (UNBK). Di Labuhanbatu Raya (Labuhanbatu, Labusel dan Labura –red), hanya Labura yang siap mengikuti UN Berbasis Komputer.

Hal itu dikatakan Kabid SMP, Umum dan Kejuruan Dinas Pendidikan Labura Marben Pane SPd MM melalui Kasi Kurikulum Drs H Hilaluddin Nasution MPd kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (30/3). “Di Labuhanbatu Raya, hanya Labura yang ada menggunakan sistem UNBK,” katanya.

Lebih lanjut disebutkannya, data itu diperoleh dari Dinas Pendidikan Sumut. Keempat SMK itu masing-masing SMK2 Tanjungpasir Kecamatan Kualuhselatan, SMK Muhammadiyah Aekkanopan dan SMK Kualuh Aekkanopan di Kecamatan Kualuhhulu serta SMK Pancasetia Padanghakaban Kecamatan Aekkuo.

Dikatakannya, sebelum memutuskan keempat SMK itu menggunakan sistem UNBK, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Labura terlebih dahulu meninjau kesiapan sekolah itu. “Kita tidak serta merta menerima keinginan mereka menggunakan sistem UNBK ini. Sebelum mengajukannya ke Dinas Pendidikan Sumut, kita terlebih dahulu  melakukan survai ke sekolah,” tambahnya.

Mantan Kepala SMAN2 Kualuhhulu itu menerangkan, di antara persyaratan yang dibutuhkan adalah kesiapan peralatan, instruktur dan perlengkapan lain termasuk jaringan internet. “Kita berharap kesiapan dilakukan secara matang agar siswa tidak dirugikan nantinya,” harapnya.

Nengenai jadwal UN, Hilal menyatakan untuk SMA dan Madrasah Aliyah (MA) dimulai dari tanggal 4-6 April. Sedangkan untuk kejuruan bertambah satu hari sehingga berakhir pada 7 April 2016.

Peserta UN berasal dari 17 SMA, 15 SMK dan 15 MA baik negeri maupun swasta yang ada di tanah Basimpul Kuat Babontuk Elok itu. Jumlah siswa SMA sederajat yang ikut UN tahun ini sebanyak 4.196 orang yang terbagi dalam beberapa subrayon.

Sebelum mengakhiri keterangannya Hilal menyatakan, nilai UN tahun ini tidak menentukan lulus tidaknya seorang siswa. “Keputusan lulus atau tidaknya siswa ditentukan masing-masing sekolah. Hanya saja para siswa diberi kesempatan untuk melakukan UN Perbaikan yang waktunya telah ditentukan,” pungkasnya. (skd)