Tribute To Ekonom Senior : “Anwar Nasution Bukan Ekonom Biasa”

1032

 

Oleh : Syahrir Nasution

Menurut kebiasaannya seseorang yang bertambah usianya pada hakikatnya berkurang “ Usianya” tersebut. Begitu juga pada diri Prof Dr H. Anwar Nasution yang hampir mencapai usia nya 78. Tahun pada Tahun. 2020 ini, dia lahir pada tgl. 5 Agustus 1942 di Kota Sipirok Kabupaten Tapsel Sumut. Bahkan sebelum saya angkat tulisan tentang “ TRIBUTE” (Penghormatan ) ini ke Harian SUMUT24.co.
saya yang biasa menyapanya dengan Abang meminta izin padanya, apakah diizinkannya untuk menulis mengenai Sosok beliau dalam kaitannya dengan “ Happy Birthday” nya?. Singkat jawabannya pada saya Silahkan Adinda sepanjang yang positif.

Sosok Prof Emeritus H.Anwar Nasution ini memang lain dari yang lain. Artinya “ sosok yang langka” didapat sebagai seorang Guru Besar Ekonomi.
[14/9 16:39] syahrir nst binjai: Tidak diragukan lagi “ Kepakarannya”, Profesional memilki Integritas yang tinggi, Pekerja Keras dan Tegas dan “ Open Baar” (suka blak blakan ) kalau bicara. Ini mungkin sudah dari sononya marga Nasution itu begitu, namun Qolbunya sangat lembut dan “ pengiba”. Bahkan adakalanya juga “ Spontan dan Humoris” , itulah ciri-ciri dari Marga Nasution tersebut yang kebetulan melekat pada diri nya Sang Prof Emeritus Anwar ini. Marga Nasution , mewakili marga yang “ Kesohor dan Favourable” di jagad raya ini baik dikalangan Sipil maupun Militer. Dalam artian tidak bermaksud Nepotisme . Anwar Nasution bukan hanya anak dari dua orang Guru (Kedua orang tuanya adalah seorang Guru) di Sipirok Tapsel, berhasil mencapai “ Jenjang Akademis sbg GURU BESAR , melainkan juga GURU yang “ membesarkan” Guru Guru Besar lainnya. Banyak para Mahasiswa yang ia bimbing sudah menjadi Guru Besar . Analisis Ekonomi Makro dan Mikro , aspek tersebut sejauh yang saya lihat sangat “ Di kuasainya”. Pada saat kini , bisa dikatakan jarang sekali seorang Scientist / Ilmuwan yang sering mengkritik , memilih berpindah tempat ke Posisi Lembaga yang pernah “ Di Kritik nya”. Akan tetapi, tak banyak juga seorang Ilmuwan di tengah “ Godaan” Jabatan ( Zone Comfort ), Kekayaan & Previlige ( Hak Istimewa ) sekarang ini tetap memilih menjadi “ SOSOK ILMUWAN” sejati , sekalipun sudah memilki Career Jabatan Puncak di lembaga2 Negara dan pemerintahan. Justru yang Langka adalah : Tokoh yang bisa dikatakan begitu “ di takuti” oleh beragam pihak , malahan justru ikut “ menertawakan “ diri nya sendiri didepan kumpulan orang banyak. Itulah sang Prof Emeritus Anwar yg mewakili Tokoh yang tak hanya jarang terjadi di negeri ini , akan tetapi juga Karakteristik nya langka di Indonesia. Salah satu Kritikan Prof Anwar Nasution yang paling terkenal sebelum Presiden Soeharto lengser adalah : sebutan terhadap Institusi Bank Indonesia (BI)sebagai “ sarang penyamun”. Nama Anwar di Luar negeri memang cukup Harum dan Terkenal terutama lagi dikalangan Ekonom-ekonom Negara negara Eropa , USA dan Asia dan termasuk juga di kalangan Lembaga-lembaga International seperti Word Bank , IMF dan US Agency for International Development ( USAID ). Dengan bekal popularitas nya tersebut, Anwar mudah menjalin kerja sama dengan sejumlah Negara & Lembaga . Selain lulusan University ternama di Amerika Serikat, ianya juga banyak Meneliti , Menulis di Media Massa dan menjadi Nara sumber di Luar Negeri serta lembaga-lembaga International sehingga ia banyak “ diperhitungkan “oleh berbagai pihak di luar negeri sbg Seorang Ekonom yang bukan biasa ” apalagi di dalam Negeri. Banyak buah-buah pikirannya tentang Perekonomian menjadi rujukan orang di luar negeri. Tidak ada yang bisa menyangkal & meragukan bahkan menyangsikan “ kontribusi Prof Emeritus Anwar Nasution untuk bangsa ini. Sebagai sosok yang memahami Masalah-masalah Ekonomi , ia tak pernah “ MERASA PUAS” untuk mengabdikan dirinya untuk bangsa & negara ini di dalam maupun di luar “ dunia akademis nya”. Ia adalah : sosok yg selalu ingin berperan nyata untuk memperbaiki persoalan Ekonomi di negeri ini. Semua itu dilakukannya dalam kapasitas perorangan,melalui jabatannya maupun melalui berbagai organisasi & lembaga , baik yang bersifat domestik maupun International. Dari sejumlah posisi / tempat penting yang pernah dijabat nya, seperti Bank Indonesia (BI) & Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Anwar selalu menempatkan @ prinsip prinsip “ Akuntabilitas” yang menjadi Roh bagi terciptanya Ekosistem Tata Kelola Perusahaan dan Pemerintahan yang baik ( Good Coorporate and Governance Ecosystem ). Saat memimpin , Anwar juga memperlihatkan sosok diri yang “ Tegas & Lugas”. Tidak heran bagi sebahagian orang , sosok Prof Anwar dikenal sebagai orang yang Keras dan suka berbicara “ To The Point” ( Zakelikj ) dan tidak jarang “ pedas” terhadap berbagai persoalan . Bukan hanya terbatas pada masalah-masalah Ekonomi Kebangsaan, melainkan juga soal yang menyangkut “ Kebenaran & Keadilan”. Dengan sikap nya yang seperti itu, Anwar Nasution juga terkesan sebagai” sosok penentang” arus dan “ berani mengambil resiko yang tidak populis”. Hal ini dijalankannya dengan keteguhan dan keyakinan hatinya. Sikap sikap seperti itulah yang sebenarnya sangat dibutuhkan “ untuk membangun bangsa ini menjadi Bangsa yang Maju dan Besar serta bangsa yang Bercharacter”. Semua sikap itu dilakukannya tidak sekedar “ Untuk Tampil Beda”. Ia berani melakukan semua itu di karenakan selalu berlandaskan Keputusannya lewat “ Analisis yang Terukur , Teruji dan dapat Dipertanggungjawabkannya”sebagai Akademisi yang mencerminkan perjalanan Career nya sejak diawali di Kampus sebagai : Asisten Dosen , Dosen serta Guru Besar Ekonomi di Almamaternya Fak Ekonomi Universitas Indonesia. Begitulah contoh Tauladan yang telah diberikan nya untuk generasi penerus bangsa ini : Pintar , Tegas , Berani & Haqqul yakin dengan keputusan-keputusan yang diambilnya. Disamping itu juga Prof Anwar Nasution, dikenal sebagai sosok yang sangat “ VOKAL” , bahkan sampai saat inipun , di manapun , bila ia berkesempatan bicara, pendapatnya penuh dengan “ kritik terhadap kebijakan Ekonomi Pemerintah, siapapun Pemerintahannya”. Sebagai Penghormatan kita selaku anak bangsa dan rasa syukur saya selaku Anak Mandailing maka pada Tahun . 2012 tepatnya di akhir-akhir bulan Desember kala itu saya bersama-sama warga Tabagsel – Madina mengundang beliau ke Kota Binjai Sumut dalam rangka Halal Bi Halal , tanpa sungkan dan ragu dia sambut Undangan tsb dng penuh Haru dan Kehangatan dan hadir berbaur dng keluarga besar Tabagsel – Madina pada waktu itu. Disitulah , salah satu secara pribadi beliau katakan pada saya: “ Haram Hukumnya Mencuri Uang & Mencuri Ilmu , KEJUJURAN diatas segalanya adinda. Sejak saat itu saya melihat sosok Prof Dr Emeritus H. Anwar Nasution sebagai “ Seorang Intelektual yang memiliki KEBERANIAN diatas rata rata , sosok yang memperlihatkan Keberagaman dalam Perbedaan yang dinamis, tetapi bukan “ Keseragaman yang Beku”. Kesan penutup saya, Bang Prof Anwar Nasution adalah : seorang Tokoh Akademisi yang berpengalaman luas, memilki kepribadian yg Tegas dan Kejujuran Ilmu yang tidak hanya berpegang pada kaidah-kaidah Ilmu dan Kearifan, akan tetapi juga mendengar “ Hati Nurani dan Denyut Nadi serta senantiasa berpihak kepada mereka-mereka yang LEMAH & TERMARGINALKAN , tak berlebihan juga saya sepakat dlm pemberian gelar kepada Bang Anwar sebagai “ Pendekar Dari Sipirok. Aminnn.

Penulis : Gelar Sutan Kumala Bulan (Managing Director PECI Indonesia).

Loading...