TPL Sektor Habinsaran Gelar Pelatihan Pembuatan Kompos Organik Kepada Kelompok Tani Binaan

0
80

HABINSARAN I SUMUT24.co
Dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat di bidang pertanian, Toba Pulp Lestari (TPL) Sektor Habinsaran menggelar Pelatihan Pembuatan Kompos Organik kepada Kelompok Tani Binaan Bulu Duri, di Desa Lumban Ruhap, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba. (Kamis, 09/06/2022)

Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan para petani, terkhusus petani kopi untuk menghasilkan kualitas kopi yang terbaik. Pupuk kompos organik ini sendiri dibuat dari dari sampah dedaunan yang diolah untuk digunakan pada berbagai macam tanaman.

Pengolahan sampah daun menjadi pupuk kompos organik dapat meningkatkan pengetahuan serta wawasan masyarakat tentang pembuatan pupuk kompos dan dapat mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk anorganik yang mengandung banyak senyawa yang kurang ramah lingkungan.

Community Development (CD) Officer, Thasya Sirait dan Irvan Sinurat menjelaskan, pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi TPL kepada masyarakat petani. Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kompos ini yaitu sampah organik daun – daunan, Effective Microorganism 4 (EM4), gula, dan air. Sedangkan untuk peralatan yang digunakan diperlukan bak kompos, pengaduk, ember kecil, dan sarung tangan.

Thasya menambahkan, pupuk kompos sangat baik bagi sektor pertanian karena bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan akan meningkatkan kemampuan tanah untuk mempertahankan kandungan air tanah. Dengan menggunakan pupuk kompos secara terus menerus dalam rentang waktu tertentu akan menjadikan kualitas tanah lebih baik.

“Program ini bertujuan untuk melatih para petani kopi khususnya Kelompok Tani Bulu Duri dalam pengelolaan limbah, yang biasanya mereka buang ternyata dapat diolah lagi menjadi kompos yang dapat digunakan untuk pertumbuhan berbagai jenis tanaman. Pupuk kompos organik ini juga dapat memperbaiki tekstur tanah untuk menghasilkan pertumbuhan kopi yang berkualitas tinggi. Bahkan tempat dan cara pembuatannya juga dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun,” jelas Thasya.

Menurut Riduan Pane, Ketua Kelompok Bulu Duri, pelatihan ini bermanfaat bagi sektor pertanian, sebab pupuk kompos organik tersebut dapat digunakan ke seluruh jenis tanaman. Disamping itu, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk menyalurkan ide tentang bagaimana cara mengelola limbah dedaunan dengan cara yang lebih baik.

”Pupuk kompos ini fungsinya banyak, karena dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, tidak hanya kopi tapi juga untuk cabe, sayur-sayuran, dan masih banyak lagi. Kami senang dan bangga dengan kontribusi TPL terhadap kami para petani. Harapannya ke depan, pelatihan ini dapat menjadi modal untuk kelompok kami ke depan ,” ujar Riduan.

Riduan menambahkan, pembuatan kompos organik dari sampah daun sendiri, terdengar baru dikalangan masyarakat Desa Lumban Ruhap. Kelompok tani Bulu Duri yang hadir sangat antusias untuk mengikuti kegiatan ini. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini, karena mampu mengoptimalkan pemanfaatan sampah dedaunan dan menghemat biaya dan meminimalisir penggunaan pupuk berbahan kimia, karena mereka bisa memproduksi pupuk kompos itu sendiri dan semua pekerjaan yang dilakukan membuahkan hasil ke depannya.(Wels)