Tobasa Geger, Dua Dinas Digeledah Kejari

TOBASA | SUMUT24

Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) geger paska penggeledahan dua dinas yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Balige, Kamis (4/2). Dua instansi yang digeledah masing-masing dinas pekerjaan umum dan dinas pendidikan.

Informasi dirangkum SUMUT24, penggeledahan didahului pada kantor dinas pekerjaan umum, baru kemudian dilanjutkan ke kantor dinas pendidikan.

Namun, tim Kejari Balige batal menggeledah dinas pendidikan, akibat kepala dinasnya tidak berada di tempat. Tim Kejari Balige yang datang hanya bertemu dengan bendaharawan berinisial RS.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Tobasa Drs Lalo Hartono Simanjuntak yang ditemui SUMUT24 di Kantor Bupati Tobasa membantah adanya penggeledahan oleh Kejari Balige itu. Bahkan, Lalo juga menampik kondisi kantornya yang kosong saat jam kerja.

“Ada staf dan tak benar kantor dalam keadaan kosong. Bendahara ada di sana,” kata Lalo, sembari terus mengeluarkan bantahan soal tim Kejari Balige yang datang menggeledah.

Lain lagi dengan pernyataan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tobasa Ir JP Silalahi, MT. Kepada SUMUT24 yang menemuinya di Kantor Bupati Tobasa, Silalahi mengaku belum tahu persis soal penggeledahan di kantornya.

“Belum tahu apa yang digeledah, karena saya baru mendapat informasinya dari staf,” ucap Silalahi yang saat penggeledahan mengaku sedang berada di Kantor Bupati Tobasa.

Kepala Kejari Balige JP P Maukar, SH, MH yang dikonfirmasi SUMUT24 masih belum bersedia menguraikan panjang lebar soal penggeledahan di dua dinas itu. “Itu hanya masalah internal saja,” kata Maukar singkat.

Info lain didapat SUMUT24, pihak Kejari Balige membawa sejumlah berkas dari Kantor Dinas Pekerjaan Umum. Berkas itu diserahkan oleh Sekretaris Dinas Tagor Siburian, ST, MT.

Saat Tagor hendak dikonfirmasi SUMUT24, seorang staf di sana mengatakan yang bersangkutan sudah keluar kantor. Begitu juga saat selularnya dihubungi, Tagor tidak menjawab.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkab Tobasa Drs Audi Murphy Sitorus, SH, MSi yang ditemui SUMUT24 mengaku sudah mendengar informasi penggeledahan dua dinas tersebut. Namun Murphy Sitorus tidak mengetahui terkait hal apa penggeledahan itu dilakukan pihak Kejari Balige.

“Soal kepastian terkait apa penggeledahan itu, saya belum menerimanya. Tapi kalau informasinya (penggeledahan), sudah saya terima,” katanya.(wel)