Tingginya Angka AKI dan AKB Sinerjitas Dokter, Bidan dan Perawat Dibutuhkan

Medan | Sumut24
Dilatarbelakangi tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat melahirkan dinilai perlu untuk diwaspadai di
Indonesia. Karena itu dibutuhkan sinerjitas antara dokter, perawat dan
bidan dalam menangani kasus ibu hamil dan melahirkan. Maka dari itu
Bram Natanael, S.Ked bersama teman-teman dari Medical Top Team (MTT), Manajemen Revolusi Medis (MRM) , dan Medan Event (ME) Menggagas Seminar Manajemen Kehamilan 2016 Update.
Seminar yang dibuka  Kombespol dr.Farid Amansyah,Sp.PD selaku
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan dan di hadiri oleh para
pemateri diantaranya DR.dr.Umar Zein, Sp.PD, DTM&H, KPTI , dr.Harry C Simanjuntak, Sp.OG, dr.Chrismas Bangun, M.Ked(An), Sp.An, dr.Sarma
Lumbanraja, M.Ked (OG), Sp.OG(K) menarik banyak partisipan.
Seminar Manajemen Kehamilan Update 2016 yang diadakan oleh Medical Top Team (MTT) yang didukung oleh RS.Bhayangkara TK II Medan menarik banyak peminat medis dan paramedis. “Seminar yang kita lakukan bukan hanya dokter, tapi juga perawat dan bidan. Kemarin dalam seminar managemen kehamilan 2016 di Medan, antusias peserta cukup tinggi dari yang kita targetkan 400 peserta tapi yang datang mencapai 800,” kata Ketua Panitia, dr Rudi Sambas, Kamis (14/4).
Selaku Ketua Perhimpunan Dokter Umum Komisariat Medan, dr Rudi Sambas turut mendukung acara ini dan dalam membangun sinergis antara dokter, bidan dan perawat, pihaknya akan meningkatkan kualitas penanganan ibu hamil. Salah satunya adalah membuat semintar terntang konsultasi kehamilan, penyakit infeksi kehamilan, metode perencaan kehamilan, metode persalinan ter update.
Dengan menyamakan pemahaman antar tiga profesi tersebut diharapkan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan dan sehingga mereka terus terjaga dengan baik. “Seperti kita ketahui bahwa angka kematian ibu dan bayi masih cukup tinggi apalagi di daerah terpencil. Makanya Dokter,  Bidan dan Perawat dari daerah kita ajak untuk ikut dalam  membahas manajemen kehamilan Update 2016,” ujarnya.
Menurutnya, ilmu kesehatan harus terus di up date untuk pengetahuan.
Apalagi berdasarkan pantauan pihaknya masih banyak anak dan ibu
meninggal karena disertai dengan penyakit lain. Hal inilah yang harus
disamakan pandangan.
Sementara itu, dr Sarma Lumbanraja, M.Ked (OG), Sp.OG (K) selaku
pemateri dalam seminar managemen kehamilan 2016 up date tersebut,
menuturkan calon ayah dan ibu perlu mempersiapkan diri untuk
kehamilan. Hal paling utama adalah memeriksa kesehatan calon ayah dan ibu, apalagi diantara ada yang memiliki penyakit dan dinilai
membahayakan kandungan seharusnya diobati terlebih dahulu.
“Sementara itu, bagi ibu hamil seharusnya menjaga kesehatan dengan
melakukan pemeriksaan kesehatan bayi dalam kandungan dan ibu. Jangan sampai ibu mengalami kekurangan darah dan banyak pikiran karena itu bisa menyababkan bayi dan ibu meninggal dunia,” katanya.
Hal yang  paling sering menyebabkan ibu atau bayi meninggal saat
melahirkan serta bayi mengalami kelainan saat lahir adalah eklampsia,
pendarahan dan infeksi. “Karena itu saat mengandung harus benar
mendapat perawatan dengan baik. Disinilah peran dokter, bidan dan
perawat dalam menangani ibu hamil,” ujarnya.
Bram Natanael, S.Ked selaku pengagas Medical Top Team (MTT) juga
menuturkan MTT akan terus memfasilitasi medis dan para medis untuk
terus  mendapatkan pelatihan dan seminar berlanjut setelah para medis
dan medis  selesai mengenyam pendidikan di intitusi seperti
seminar Medical Upgrading dan Siaga Narkoba 2016 pada tanggal 4-5 Juni 2016 nanti, “pungkasnya.(W04)