Tim Gabungan Ringkus Pembunuh Lina Wanita Tionghoa di Binjai, Pelaku Dihadiahi 2 Peluru

246
Foto 1 : Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian saat memaparkan kasus pembunuhan wanita Tionghoa warga Binjai.|Ist

MEDAN | SUMUT24.co

Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Diteskrimum) Polda Sumut dan Polres Binjai, akhirnya berhasil menangkap pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Lina alias Nui (56), warga Jalan Mesjid, Gang Belimbing, Lingkungan III, Kelurahan Pekan Binjai.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, pelaku bernama Ridwan Wongso (40), warga Jalan Zainal Zakse, Gang Belimbing, Kelurahan Pekan Binjai ini, ditangkap, selang 12 jam usai melakukan aksi kejinya.

“Pelaku ditangkap di kawasan Dolok Masihul, Kabupaten Sergai pukul 06.00 Wib pagi tadi,” ungkap Kombes Pol AndiRIan saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Halaman Ditreskrimum Mapoldasu, Senin (11/2/2019).

Namun, Kombes Pol Andi Rian menjelaskan, saat ditangkap Ridwan yang notabene tetangga korban ini mencoba melarikan diri saat dilakukan pengembangan terhadap kasusnya. Sehingga polisi terpaksa menembak kedua kaki pelaku, setelah tidak menggubris tembakan peringatan yang diletuskan petugas.

“Motif dari pembunuhan ini ialah murni perampokan,” jelasnya Kombes Pol Andi Rian sembari menyebutkan, dari pengakuan pelaku, pembunuhan ini dilakukan karena korban memiliki hutang terhadap pelaku.

Akan tetapi menurut Kombes Pol Andi Rian, pengakuan tersangka terkesan hanya mengada-ngada. “Karena secara ekonomi, korban nyatanya lebih baik ekonominya dari pelaku. Jadi tidak mungkin korban punya hutang dengan pelaku,” ucap Kombes Pol Andi RIan.

Lanjut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, nyawa korban sendiri dihabisi oleh pelaku ketika korban sedang menonton televisi diruang tamu dengan menggunakan sebilah pisau. Selanjutnya, pelaku lalu menyeret korban ke kamar mandi, dan kemudian membawa kabur harta milik korban yang ada dirumahnya.

“Tersangka dan korban ini saling kenal. Jadi bisa saja alasannya bertamu, tapi niat (merampok dan membunuh) sudah ada,” terangnya.

Dalam penangkapan ini, sambung Andi Rian, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 Unit TV LED 32 Inch, 1 unit sepeda motor Honda Beat, 1 HP Samsung J2, 1 HP Samsung lipat, perhiasan emas (3 cincin, sebuah gelang, dan sebuah kalung), uang Rp 430 ribu, topi, jaket, celana jeans ponggol, plat sepeda motor BK 5073 RAO, ransel, dan kaos lengan pendek.

Selain itu sambung Kombes Pol Andi Rian, pihaknya juga menangkap 3 orang penadah atas hasil curian harta korban, masing-masing, Adi Juharno Manurung (32), warga Kecamatan Bintang Bayu, Sergai (pembeli HP J2), Budi Agus (25), warga Dolok Masihul, Sergai (pembeli TV & HP Samsung lipat), dan Surianto (43), warga Jalan Sudirman, Dolok Masihul, Sergai (pembeli emas).

“Karenanya terhadap pelaku akan kita kenakan Pasal 365 dan 338 masing-masing dengan ancaman hukuman 15 tahun,” pungkasnya.

Sementara itu, pelaku Ridwan Wongso mengatakan, jika alasan dirinya sampai tega membunuh, karena korban memiliki hutang Rp 4 juta. Saat itu ia berusaha meminta hutang tersebut, namun tidak diberikan oleh korban.

“Saya minta hutang itu tapi dia (korban) tidak memberikan. Lalu saya ambil pisau lalu membunuh korban. Tapi saya menyesal,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto, melalui Kanit I Pidum Sat Reskrim Polres Binjai, Ipda Hotdiatur Purba, saat dikonfirmasi SUMUT24, membenarkan informasi penangkapan pelaku pembunuhan yang sempat menggegerkan warga Kota Binjai itu.

“Benar, tim gabungan dari Dirkrimum Poldasu dan jajaran Sat Reskrim Polres Binjai, berhasil mengamankan pelaku pembunuhan tersebut, dan karena berusaha kabur terpaksa kita berikan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya,” ujar Ipda Hotdiatur.

Saat ditanya, kronologis dan motif dari pada pelaku yang dengan tega menghujamkan benda tajam ke tubuh Lina hingga tewas bersimbah darah, Hotdiatur kembali menggungkapkan, kalau sebelum mengeksekusi korban, Ridwan sempat meminjam sebilah pisau.

“Sebelumnya si pelaku ini sempat meminjam sebilah pisau milik korban, dan dengan pisau itulah Ridwan menghabisi nyawa Lina, sedangkan untuk motifnya, kita duga perampokan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Hotdiatur mengatakan, pelaku akan dijerat dengan Pasal 365 dan 338 tentang pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan, “Kita coba jerat dengan pasal berlapis yaitu 365 dan 338 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Hotdiatur.

Sebelumnya, seorang wanita paruh baya keturunan Tionghoa ditemukan tewas bersimbah darah oleh saksi bernama Lulu. Dimana, saksi Lulu mencoba mengecek kondisi Lina setelah ditelepon oleh anak korban dari Singapura, yang merasa curiga karena ibunya tidak dapat dihubungi via telepon seluler. (W05/RFS).

Loading...