Tidak Sesuai Hasil Investigasi di Lapangan “LSM PKMA” Minta Maaf

200

GAYO LUES | SUMUT24.co

 

Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) Pendidikan Kesehatan Masyarakat Aceh (PKMA) menduga adanya salah satu kepala Desa yang mengunakan ijazah palsu saat pendaftaran calon Pengulu pada Pilkades serentak beberapa waktu lalu mengakui ada kesalahan dalam menindaklanjuti informasi dari masyarakat.

 

Hal tersebut di katakan ketua LSM PKMA Gayo Lues M. Jenen kepada Wartawan pada, Selasa (24/11/2020) di kediamannya.

 

Jenen menyebutkan, dalam menjalankan investigasi di lapangan di lakukan oleh anggota saya,setelah di pelajari semua berkas yang di duga palsu ternyata nya semuanya asli.

 

Dari hal tersebut kami dari LSM PKMA meminta maaf atas kekeliruan yang di lakukan anggota saya dan telah merugikan saudara Jalal Pasa sebagai Pengulu desa Persada Tongra kecamatan Terangun.

 

Dengan kelalian anggota saya di lapangan menjadi pelajaran penting bagi saya dan ini bentuk permintaan maaf saya atas nama ketua LSM PKMA Gayo Lues ujarnya.

 

Jalaludin Pasa sebagai Pengulu desa Persada Tongra menambahkan,saya saya merasa terkejut atas tudingan salah satu LSM yang mengatakan berkas admistrasi saya sewaktu mencalonkan diri menjadi kepala desa Persada Tongra pada saat pelaksanaan Pilkades serentak mengunakan ijazah palsu sebagai persyaratan nya.

 

Dia menambahkan,dalam tahapan Pikades serentak sudah di prifikasi oleh panitia pendaftaran sehingga memenuhi syarat saya bisa ikut di pilih masyarakat menjadi Pengulu di desa Persada Tongra.

 

Atas permintaan maaf dari saudara M. Jenen selaku ketua LSM PKMA yang telah lalai melakukan investigasi oleh anak buah nya dan itu semua kita terima.

 

“Mudah-mudahan untuk kedepan nya tidak terulang kembali mengenai hal tersebut. Saya atas nama masyarakat desa Persada Tongra memaafkan mereka demi kenyamanan kita semua,” paparnya.(red)

Loading...