Tiba-tiba Kementerian ATR/BPN Batalkan Pengukuran Setelah Anggota DPRD Tunjukkan Sertifikat Gg Satahi/Dame

 

P. Sidimpuan, Sumut24.co

Sebelum nya Camat Padangsidimpuan utara Nanda Alvina membuat pertemuan dengan mengundang lintas sektoral untuk membahas terkait masyarakat yang berada dikampung bukit, dimana dari lintas sektoral yang di undang baik dari DPRD,Kementerian ATR/BPN (Badan Pertanahan Nasional), Dinas PERKIM,Kepolisian (Polres dan Polsek Hutaimbaru),dan beberapa Opd Pemko Sidimpuan, Selasa 26/7/22

Menurut pantauan media,hasil dari rapat lintas sektoral di kantor camat padangsidimpuan utara, akan di adakan pengukuran oleh pihak BPN yang akan disaksikan seluruh lintas sektoral dan masyarakat di lokasi kampung bukit, Gg Satahi/Dame

Dari pantauan media, sore hari nya saat dilokasi, anak kampung bukit terlihat memegang karton Manila dimana isi bahasa nya meminta tolong dan sambil berkata kepada para lintas sektoral yang datang ke lokasi Gg Satahi/Dame bahkan jadi sorotan masyarakat yang lalu lalang dijalan di ponogoro.

“Pak Tolong Pak.. Tolong Kami, Kembali kan Gg kami, Tolong kami Pak” Ucap anak-anak Gg Satahi/Dame

Dari sorotan Media, Camat padangsidimpuan utara Nanda Alvina sempat membawa para rombongan untuk melihat situasi di kampung bukit, dan gg Satahi/Dame, sempat terjadi perbincangan hangat,dan salah satu anggota DPRD Imransyah Ritonga sempat memperlihatkan surat sertifikat Gg Satahi/Dame.

Dari pantauan media,Tidak berapa lama, pihak BPN membatalkan pengukuran, sontak hal ini semua yang hadir jadi keheranan.

Salah satu warga sempat mempertanyakan kenapa kok tidak jadi tidak ukur,apa kalian tidak ada peduli lagi dengan kami dan anak-anak kami.

“Kenapa nya bu camat, dan bapak-bapak yang datang hari ini kok tidak jadi pengukuran nya, apa kalian memang tidak punya solusi lagi tentang permasalahan rakyat bapak ibu ini, apa bapak ibu tidak peduli sama anak-anak kami lagi, ” Ucap warga kampung bukit

Salah satu DPRD kota padangsidimpuan Rusidy nasution sempat menenangkan warga kampung bukit agar tetap tenang.

Sempat awak media mempertanyakan tentang pembatalan pengukuran kepada pihak BPN, Pihak BPN hanya menjawab

“Kami belum dapat SPT (Surat Perintah Tugas) “, ungkap salah satu dari BPN.zal