Terkapar Ditembak TNI Kemudian Diperas 1,5 Juta

BATUBARA | SUMUT24
“Sudah jatuh tertimpa tangga” mungkin istilah inilah yang pantas untuk nasib yang dialami Suprianto korban peluru nyasar oknum TNI AD. Bukannya mendapatkan pembelaan hukum secara benar, pria berusia 33 tahun yang tinggal di Dusun IV Desa Glugur Makmur Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara ini, malah menjadi korban pemerasan oknum CPM yang menangani perkaranya.

“Kami diminta oleh salah seorang oknum anggota CPM untuk menyerahkan uang senilai 1,5 juta rupiah. Uang tersebut dikatakannya untuk merubah berita acara atau BAP kasus yang saya alami,” ujar Suprianto didampingi keluarga dan warga saat ditemui wartawan dikediamannya, Minggu (13/3) malam sekitar pukul 22.30 Wib.

Kondisi tak menguntungkan itu cukup mengejutkan korban dan keluarganya. Karena permintaan tersebut memaksa lima orang keluarganya harus patungan dengan merogoh kocek masing masing 300 ribu rupiah, untuk memenuhi permintaan tersebut. Korban dan keluarganya memenuhi permintaan itu, khawatir proses kasus dialami korban tidak berjalan sebagaimana mestinya dan tidak sesuai dengan keinginan.

Ironisnya, bukan hanya diminta, dana 1,5 juta itu juga harus diantar oleh keluarga korban. “Dana itu diantar  Sabtu (12/3) malam sekitar pukul 20.00 Wib, dan langsung diserahkan kepada salah seorang anggota CPM disebut – sebut berinisial SY,” cetus salah seorang keluarga korban menimpali pembicaraan tersebut, sembari mengatakan “Kami ini orang awam yang tidak paham hukum, mendengar nama tentara saja kami takut, apalagi yang datang kemari CPM, jelas takut pak,” tegasnya.

Sementar menyikapi permasalahan itu, DanSub DenPOM 1/1- 4 Kisaran, Kapten CPM Ruslan Efendy Hutagalung ketika dihubungi wartawan melalui via seluler, Senin (14/3) sekitar pukul 17.03 Wib membantah pernyataan pihak korban. Menurutnya informasi itu tidak akurat dan menyuruh wartawan ini untuk menemuinya langsung. “Kalau mau mencari informasi yang akurat, langsung aja datang kekantor jumpai saya. Saya tidak mau informasi  dari sebelah pihak, yang katanya – katanya dan saya tidak mau dikambing hitamkan, saya ingin mau tahu siapa saja yang menyampaikan itu,” ucapnya.

Sebelumnya, kejadian menimpa korban terjadi, Sabtu malam minggu (5/3) sekitar pukul 23.00 Wib disalah satu rumah warga yang melaksanakan hajatan dengan hiburan organ tunggal (Key Board) di Dusun 1 Desa Mekar Baru Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara, namun saat itu terjadi keributan, dimana pada saat bersamaan anggota yang berdinas pada unit intel dilokasi berusaha melerai serta menenangkan massa yang sudah tersulut emosi, hingga terjadi hal yang tak terduga.

Kini korban peluru nyasar telah  kembali ke keluarganya dengan kondisi yang tampak mulai membaik, beberapa hari lalu dirawat di RSU Setyo Husodo Kisaran.(teci)