Terekam CCTV ‘Pasutri’ Pengutil di Masjid Gol

81
Foto : Pasutri tersangka pengutil harta benda milik mahasiswi saat diamankan di Mapolsek Medan Barat.|Ist


MEDAN | SUMUT24.co

Kepolsiain Sektor (Polsek) Medan Barat Polrestabes Medan berhasil meringkus pasangan suami istri (pasutri), Abdulah (29) dan Devi Lestari (28), tersangka pengutil harta benda masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah sholat di masjid.

Abdulah dan Devi ditangkap personel Polsek Medan Barat pada hari, Senin (3/12) kemarin usai keduanya sukses melakoni aksi pencurian tas milik, Fithri Ananda (21), warga Jalan Sekip, Gang Cengal, Kelurahan Sei Putih Timur, Kecamatan Medan Petisah.

Dari dalam tas tersebut, Abdullah dan Devi berhasil mengambil HP, uang dan sejumlah barang berharga milik korban yang tercata sebagai mahasiswai ini.

Informasi dihimpun wartawan dari Polsek Medan Barat, Rabu (5/12) menyebutkan, Fithri (korban-red) saat itu sedang ibadah sholat di Masjid Akmal, Jalan Merak Jingga, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat.

Tidak lama berselang, kemudian pasutri ini masuk kedalam masjid dengan modus berpura-pura hendak sholat. Devi masuk ke bagian perempuan. Saat bersamaan, Fithri sedang menunaikan sholat Ashar. Di situlah Devi berhasil mengambil tas milik Fithri.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky Meliala melalui Kanit Reskrim, Iptu Herison Manullang mengungkapkan, penangkapan pasangan suami istri itu berdasarkan laporan Fithri.

“Sewaktu hendak shalat, korban meletakkan seluruh barang bawaannya seperti HP, dompet, uang dan surat berharga lainnya di dalam tasnya. Tas itu, di letakan di dinding dalam mesjid, tak jauh dari tempatnya beribadah,” sebut Iptu Manullang.

Namun, selesai shalat, korban terkejut melihat tasnya menghilang. Korban panik dan berusaha mencarinya di sekitar masjid, namun pencarian korban sia-sia.

“Pada saat korban kehilangan, Timsus Polsek Medan Barat yang melakukan patroli di seputaran Jalan KL Yos Sudarso untuk antisipasi 3C, lanjut ke Jalan Merak Jingga, melihat seorang wanita sedang menangis di depan Masjid Akmal,” ucap Iptu Manulang.

Polisi kemudian menghampiri dan menanyakan kenapa gadis itu menangis. Fithri pun mengatakan bahwa dia baru saja kehilangan tas sandang berisi barang berharga miliknya saat sholat di dalam Masjid Akmal.

“Lalu, kita langsung melihat rekaman CCTV yang berada di masjid dan terlihat 2 orang pelaku yang telah melakukan pencurian terhadap barang-barang milik korban,” katanya.

Polisi kemudian bergerak melacak keduanya. Berdasarkan signal HP milik Fithri yang dicuri, keduanya pun terdeteksi berada di Plaza Medan Fair.
Petugas langsung bergerak cepat mendatangi lokasi dan berhasil menemukan keduanya. Saat ditemukan, kedua pelaku baru saja menjual barang curian milik korban.

“Setelah diinterogasi, para pelaku mengaku telah mengambil barang-barang milik korban dan telah menjual HP milik korban dan hasil introgasi pelaku telah melakukan pencurian sebanyak 8 kali,” jelas Iptu Herison.

Dari hasil interogasi terhadap kedua pasutri itu, polisi kemudian mengarah untuk dilakukan pengembangan. Salah satu pelaku pun yakni, Abdulah dibawa polisi untuk mencari barang bukti lainnya.

“Saat dilakukan pengembangan, pelaku Abdullah melawan petugas dan mencoba melarikan diri, lalu tim memberikan tembakan peringatan, namun tidak diindahkan sehingga Tim memberikan tindakan tegas dan terukur,” tegas Manullang.

Dari penangkapan itu, polisi juga menyita barang bukti berupa 1 unit HP merk Oppo F3, uang tunai Rp700 ribu, 1 KTP milik orang lain, kartu ATM Bank Mandiri, sepotong baju praktikum putih milik mahasiswi Fakultas Kedokteran USU atas nama Alwina Fadilah Nasution, 1 buah tas sekolah yang berisikan buku sekolah dan lainnya.

Adapun hasil pendataan polisi terhadap keduanya, berikut 8 aksi pencurian yang diakui Abdullah dan Devi :

1. Laporan Polisi nomor: LP/2650/K/XI/2018/SPKT Restabes Medan, 28 November 2018.
2. Laporan polisi nomor : LP/1589/XII/2018/SPKT/SEK Medan Baru, 3 Desember 2018.
3. 3 kali melakukan pencurian di Masjid Plaza Medan Fair dengan hasil 1 unit hp merk Oppo dan uang.

Loading...