Tekab Sat Reskrim Polres Tanjung Balai Amankan Agus Pelaku Penipuan Modus Jual Beli Tanah

301
TANJUNG BALAI | SUMUT24.co
Seorang laki laki bernama, Agus Salim Lubis (55) warga Perumahan Anugerah 1 No.bAA 3 di Jln. Labu, Kel. Siumbut Baru, Kec. Kota Kisaran Timur, Kab. Asahan harus berurusan dengan pihak kepolisian Sat Reskrim Polres Tanjung Balai Polda Sumut.
Pasalnya, Agus Salim diamankan oleh Tekab Sat Reskrim Polres Tanjung Balai pada hari, Kamis (3/6/2021) sore pukul 16.00 Wib, atas kasus smdugaan penipuan atau penggelapan dengan melaakukan pelanggaran Tindak Pidana sesuai Pasal 378 atau pasal 372 KUHPidana.
Informasi diterima dari Polres Tanjung Balai, Agus (pelaku) ditangkap berdasarkan Surat Laporan Polisu No :  LP /b84 / III / 2021 / SU / RES T.BALAI tgl 06 Maret 2021 dengan pelapir bernama, Ahmad Atan Ansari (41) warga Jln. Budi Utomo Ling. IV, Kel. Siumbut-umbut, Kec. Kota Kisaran Timur, Kab. Asahan dan Surat Perintah Penangkapan No : S. KAP / 59 / VI / RES1.11 / 2021 / Reskrim Tanggal 3 Juni 2021.
Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH kepada wartawan, Selasa (8/6/2021) menjelaskan kronoligis kejadian pada sekitar bulan Juli 2017 terlapor (Agus) ada menawarkan pada pelapor sebidang tanah milik dari kerabat terlapor yang terletak di kota Tanjung Balai dengan harga Rp 642.850.000 (Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta Delapan Ratus Lima Puluh ribu) rupiah.
Kemudian, pada akhirnya pelapor berminat untuk membelinya dan pada saat akan terjadinya jual beli bidang tanah tersebut, terlapor mengatakan kepada pelapor bahwa pihak pemilik lahan tanah yang merupakan kerabat dari terlapor tidak akan menjual bidang tanah selain kepada kerabatnya.
“Dengan alasan tersebut lah sehingga posisi terlapor sebagai pembeli dalam jual beli bidang tanah tersebut,” ujar AKBP Putu.
Lanjut Kapolres, adapun kenapa pelapor percaya kepada terlapor karena hubungan pertemanan antara mereka sudah sangat dekat sehingga pelapor percaya dan juga janji dari terlapor bahwa setelah selesai transaksi jual beli bidang tanah tersebut bahwa sertifikat hak milik (SHM) akan segera di berikan oleh terlapor kepada Pelapor.
Namun sambung AKBP Putu Yudha apa yang dijanjikan terlapor tidak pernah di tepatinya dan terlapor selalu menghindar saat pelapor menanyakan perihal sertifikat hak milik (SHM). Bahwa seiring berjalannya waktu  pada tahun 2018 pelapor mengetahui bahwa bidang tanah tersebut telah dijual oleh terlapor kepada orang lain dan terlapor tidak ada memberikan uang hasil penjualan bidang tanah tersebut kepada pelapor.
“Akibat peristiwa tersebut, pelapor mengalami kerugian materil lebih kurang sebesar Rp 642.850.000.-(Enam Ratus Empat Puluh Dua Juta Delapan Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah),Merasa keberatan dan membuat laporan/pengaduan ke Polres Tanjung Balai untuk dilakukan Proses lanjut. Sesuai Laporan Polisi Nomor : LP/84/III/2021/SU/RES T.BALAI.Tanggal 06 Maret 2021,” terang AKBP Putu Yudha.
Selanjutnya dibeberkan orang nomor satu di Mapolres Tanjung Balai ini, atas laporan pelapor, terlapor (Agus) ditangkap pada hari, Kamis (3/6/2021) di Kota Kisaran Jln. Imam Bonjol tepatnya di Loket Raxi Sarinah setelah dilakukan penyelidikan oleh team Tekab yang dipimpin oleh Padal Tekab Iptu Eko Ady R SH MH sekira pukul 15.30 Wib.
Selanjut nya Team Tekab Sat Reskrim langsung berangkat menuju Mapolres Tanjung Balai membawa terlapor guna dilakukan penyidikan lebih lanjut, ungkap AKBP Putu Yudha.(W02)