Target Pemkab Madina 2023 WTP, Parlin Lubis Layak Jadi Sekda Dengan Pengalaman dan Mendshet Pembangunan Menghuni

Madina,Sumut24.co
Tiga dari empat pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mandailing Natal (Madina) yang lulus seleksi administrasi mengikuti tahapan pemaparan makalah dan wawancara di Aula Hotel Rindang, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Kamis (24/11/22).

Seleksi pemaparan makalah dan wawancara tersebut diikuti oleh Alamulhaq Daulay (Plt. Sekda Madina), Parlin Lubis (Kepala Dinas Perdagangan), dan Ahmad Faisal (Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu).

Dari ketiga calon,yang sangat energik dan punya Mendshet Pembangunan menghuni serta mampu merangkul semua elemen,sekaligus diyakini mampu untuk memenuhi cita-cita dan target WTP dan harapan pemkab Madina, Drs Parlin Lubis

#.Historys Singkat Drs Parlin Lubis

* Parlin Lubis, lahir pada tanggal 6 September 1975 di Pasar Paraman Ampalu Kabupaten Pasaman (dulu) dan sekarang menjadi Kabupaten Pasaman Barat. SD, SMP sampai SMA dilaluinya di Pasaman.

Tamatan SMA Negeri Lubuk Sikaping jurusan Fisika ini lalu mencoba mendaftar Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) pada tahun 1994 dari Propinsi Jambi dan diterima.

Parlin Lubis menyelesaikan pendidikan D-IV dengan gelar Ahli Pemerintahan pada tahun 1998. Parlin Lubis juga resmi bergabung di Pemerintah Kabupaten Sarolangun Bangko pada tanggal 1 Oktober 1998 dengan Pangkat III.a dan menjadi staf di Bagian Kepegawaian pada setdakab Sarolangun Bangko.

Baru 2 hari masuk kerja sebagai PNS di Kabupaten Sarko, Parlin Lubis Langsung diajak seniornya (Camat Batang Asai Drs. Arif Ampera) untuk menjadi sekcam di Kecamatan Batang Asai dan langsung bersama seniornya menghadap Bupati (H.Rotani Yutaka, SH) saat itu kenang Parlin Lubis. Sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat Parlin Lubis hanya bisa berkata SIAP bertugas dimanapun dalam keadaan apapun. Tanggal 7 Oktober 1998 Parlin Lubis dilantik sebagai Sekretaris Camat Batang Asai.

Lebih kurang 2 tahun Parlin Lubis mengabdi di Kecamatan Batang Asai dan selama pengabdian di Kecamatan Batang Asai Parlin Lubis telah ditempa dan dibentuk oleh para seniornya.

Camat pertama Drs Parlin Lubis saat di Batang Asai adalah Drs. Arif Ampera, yang kedua Supriyanto, SIP dan yang ketiga adalah Hendriman, S.Sos kenang Parlin Lubis.

Ketiga senior tersebut banyak menempa perjalanan pengabdian saya. Kondisi medan Kecamatan Batang Asai saat itu yang begitu berat ternyata membuat saya matang didalam pengabdian. Hutan dan transportasi sungai yang begitu deras serta berjalan kaki menuju desa-desa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat sudah menjadi kebiasaan kami saat itu.

Pada tahun 1999 Kabupaten Sarolangun Bangko mengalami pemekaran menjadi Kabupaten Sarolangun dan kabupaten induk menjadi Kabupaten Merangin dengan ibukotanya Bangko. Bupati pertama Sarolangun adalah Drs. H.M. Madel yang juga senior kami di Sekolah Pamong.

Bupati Sarolangun berasal dari Kecamatan Limun, dan pada tanggal 30 November 2000, Parlin Lubis pindah tugas ke Kecamatan Limun. Mungkin karena dianggap berkinerja baik saat itu lantas Bupati menawarkan…mau jadi Camat atau Sekolah?? Kalau mau jadi Camat segera menikah tapi kalau mau sekolah silakan. Demikian tawaran Bupati kepada Parlin Lubis.

Saat itu Parlin Lubis menjawab….siap mau sekolah pak. Akhirnya Parlin diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi melanjutkan pendidikan S1 pada Institut Ilmu Pemerintahan di Jakarta melalui biaya Pemerintah Propinsi Jambi dan Parlin Lubis pun diterima di IIP Jakarta dengan jurusan Kebijakan Pemerintahan dan menamatkan Pendidikan pada tahun 2022 dengan gelar Drs (Doktorandus).

Setelah menamatkan pendidikan S1 di IIP Jakarta Parlin Lubis kembali ke Jambi sebentar dan mengajukan permohonan pindah ke Kota Depok Propinsi Jawa Barat. Saat itu masih gampang urus pindah antar propinsi kenang Parlin Lubis, terutama kami yang baru lulus dari IIP Jakarta biasanya tidak mengalami kendala yang berat ketika akan mutasi kerja.

Parlin Lubis melanjutkan pengabdiannya di Kota Depok sebagai staf pada Sekretariat KPU Kota Depok dan juga pernah bertugas sebagai staf pada Bagian Tata Pemerintahan Kota Depok. Selama bertugas di Depok, pimpinan saya tetap senior saya dan selalu mengajarkan hal-hal yang baik (kenang Parlin Lubis). Parlin Lubis banyak belajar dari para senior.

Pada tahun 2008 Parlin Lubis pun pindah tugas ke Kabupaten Mandailing Natal dan penempatan pertama sebagai Sekcam sekaligus Penjabat Camat Pakantan. Tahun 2009 Parlin Lubis mengikuti seleksi “The Training Program For Young Leaders Indonesia” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Jepang melalui Program JICA (Japan International Coorporation Agency).

Saat itu Parlin Lubis bersama 15 orang lainnya seluruh Indonesia mengikuti pelatihan kepemimpinan di Propinsi Kagoshima dan Kota Kyusu di Jepang. Pelatihan itu lebih kurang 1 bulan dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang pekerjaan. Namun peserta terbanyak adalah dari instansi pemerintah.

Setelah menjadi Penjabat Camat Pakantan lebih kurang 2 tahun, Parlin Lubis diangkat menjadi Camat Tambangan sebentar, kemudian Parlin menjadi Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah. Lalu menjadi Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KPTSP).

Tahun 2018 Parlin Lubis dilantik menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP hingga 18 Oktober 2022.

Parlin Lubis juga pernah menjadi Pelaksana Tugas Kadis PMD dan lalu kemudian tanggal 19 oktober 2022 Parlin Lubis dilantik menjadi Kadis Perdagangan.

#.Pandangan Pengamat dan Tokoh

* Beberapa tokoh baik yang sudah pernah menduduki birokrat ke pemerintahan maupun tokoh di masyarakat,juga sering menjadi teman diskusi Parlin Lubis selain banyak ilmu dan pengalaman yg beliau tularkan,Ketenangan beliau dalam memecahkan suatu persoalan (problem solving), juga menambah warna dalam pengalaman seorang Parlin Lubis dalam bekerja

Salah satunya,Pak Pi’i beliau berpandangan bahwa Parlin Lubis dianggap Pas untuk menduduki Amanah tersebut.

“Kalau di tanya saya, saat ini dari ketiga yang pas hanya Parlin, bukan yang dua tersebut tidak pas, mengingat dan menimbang seorang pimpinan di birokrat selain energik harus punya Mendshet pembangunan selain menghuni, juga mampu beradaptasi dan mampu menjadi pengayom serta mampu mempunyai insting dan ide yang di inginkan baik kepala daerah juga khusus nya Masyarakat kabupaten Madina,” Ucapnya

Lanjut nya,selain itu juga Parlin Lubis sudah menjalankan Diklat Pim II yang mana tentu sudah memahami untuk meraih target WTP, “jelasya

Dari seluruh history singkat dan pengalaman sampai saat ini, publik meyakini Drs Parlin Lubis mampu membuat kejutan dengan pengalaman pengalaman nya untuk meraih cita-cita dan harapan khusus nya yang saat ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Target WTP untuk Pemkab Mandailing Natal.zal