Tanjung Balai Dilirik Investor, Pembangunan Infrastruktur Dipercepat

131
FOTO : Walikota Tanjung Balai, HM Syahrial SH MH.

TANJUNG BALAI | SUMUT24

Bicara soal Tanjung Balai, memang kota yang satu ini terbilang tidak memiliki kawasan yang luas dan hanya dihuni beberapa kecamatan saja. Namun siapa sangka, kota yang akrab dijuluki sebagai Kota Kerang, kini menjadi daya tarik para investor dalam berinvestasi. Apalagi saat ini Pelabulan Teluk Nibung disana telah beroperasi. Tak ayal, saat ini Pemkot Tanjung Balai terus mempercepat pembangunan infrastruktur yang tengah berlangsung.

Hal ini dikatakan Walikota Tanjung Balai, HM Syahrial SH MH, saat ditemui tim Redaksi Harian SUMUT24 beberapa waktu lalu.

Syahrial mengaku, saat ini Kota Tanjung Balai menjadi andalan Sumatera Utara dalam menjaring wisatawan mancanegara (wisman). Kota Tanjung Balai yang hanya berjarak 3 jam berkendaraan ferry dari Malaysia diharapkan ikut mendongkrak jumlah kunjungan wisawatan asing di Sumut.

“Tanjung Balai diproyeksikan menjadi pintu gerbang wisatawan asing sehingga harus dimanfaatkan dengan baik,” ujar walikota termuda se-Indonesia ini.

Dirinya berharap investor agar ikut terlibat dalam membangun berbagai fasilitas untuk mendukung pembangunan pariwisata di Tanjung Balai seperti restoran, hotel dan lainnya.

Untuk itu, saat ini Pemkot Tanjung Balai tengah mempercepat pembangunan infrastruktur disini. Salah satunya seperti pegembangan destinasi wisata baru yaitu Pulau Besusen di Kecamatan Datuk Bandar Timur.

“Ini merupakan destinasi wisata air di Pulau Besusen dengan luas lahan 22 ha yang kami bangun. Dengah jarak tempuh 3 jam dari Tanjung Balai menuju pelabuhan Portklang Malaysia, sangat memungkinkan masyarakat Tanjung Balai melakukan interaksi sosial. Kami menciptakan destinasi wisata Pulau Besusen disini dengan harapan wisatawan lokal dan mancanegara bisa berkunjung ke pulau tersebut,” harap Syahrial sembari mengaku disana juga telah dibangun BBPOM untuk mengecek barang yang masuk dari pelabuhan seperti ikan, makanan, dan obat-obatan.

Syahrial menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pengerjaan Jalan Lingkar Selatan dan direncanakan siap di tahun 2018.

“Ini merupakan keinginan Pemkot Tanjungbalai untuk membuka akses jalan yang nantinya akan menjadi jalan alternatif di bagian selatan Kota Tanjung Balai yang bisa menghubungkan anatara Kec.Datuk Bandar dengan Kec.Datuk Bandar Timur,” jelasnya.

Tak hanya itu, dalam mengatasi permasalahan listrik, saat ini pihaknya telah mendapatkan bantuan gardu induk PLN. Menurutnya, selama ini gardu induk PLN titik koordinatnya berada di Rantau Prapat, sehingga dengan didirikannya gardu induk PLN di Tanjung Balai, ini tentu dapat membantu kelistrikkan di Pelabuhan Teluk Nibung.

“Kita juga telah membangun tanggul di Pulau Smardan dalam mengatasi banjir di kawasan tersebut. Tanggul itu juga telah dilengkapi lampu otomatis merah, kuning, dan hijau,” tambahnya.

Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, saat ini Syahrial tengah mengembangkan batik kito (batik khas Tanjung Balai). Dan batik ini sudah mendapat dekranasi dari pusat dan sudah banyak dipesan dari daerah luar. Selain itu, pihaknya juga telah memanfaatkan limbah kerang untuk dijadikan odol dan sabun mandi.

“Limbah kerang Tanjung Balai bisa dijadikan odol dan sabun mandi, kita juga telah mendatangkan tenaga ahli untuk mengembangkan penelitian ini. Hasilnya beberapa derah di pulau jawa telah memesan produk kita,” tutupnya. (W07)

SHARE