Tahanan Diduga Tewas Tak Wajar Evaluasi Kinerja Kapolres Tobasa

MEDAN | SUMUT24
Puluhan massa dari Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) menggelar unjuk rasa di pintu Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapoldasu, Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 Medan, Kamis (17/3).

Dalam orasinya, massa meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso mengevaluasi kinerja Kapolres Toba Samosir (Tobasa) AKBP Jidin Siagian, terkait meninggalnya salah seorang tahanan dalam sel Polres Tobasa. Massa menilai, ada kegagalan dari Kapolres Tobasa sebagai pimpinan.

“Bagi kami hal-hal yang tidak berprestasi tidak layak untuk dipertahankan. Kami minta Kapolda lakukan evaluasi,” teriak pimpinan aksi, Abdul Razak Nasution.

Razak menuturkan, ada indikasi pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) Polres Toba Samosir terkait kematian Andi Pangaribuan dan indikasi tidak adanya pengawasan secara intensif dari Polres Tobasa yang mengakibatkan Andi meninggal dunia pada Jumat 6 November 2015 lalu.

“Kami ingin kasus kematian Andi Pangaribuaan diusut tuntas hingga selesai,” kata Razak.

Amatan wartawan, pendemo juga mendesak Polres Tobasa memberi pertanggungjawaban hukum, moral, spitural, maupun sosial kepada keluarga korban Andi Pangaribuan.

Selain itu, massa mendukung Komnas HAM segera mengusut tuntas, memeriksa dan membongkar kasus tewasnya Andi Pangaribun di sel tahanan Polres Tobasa yang diduga kuat ada intimidasi secara jasmani dan rohani yang mengakibatkan kematian.

Staf Humas Polda Sumut, Kompol Gugun P Silaen yang menemui massa mengatakan, Polda Sumut akan segera menyalurkan aspirasi massa ke Kapoldasu. Usai berorasi, massa membubarkan diri dengan tertib. (SL)