Suratman Ditipu Istri Oknum Papam Uang Masuk TNI AD Leong

LIMAPULUH | SUMUT24
Pasangan suami istri (Pasutri) Suratman dan Saminam warga Desa Air Hitam Kecamatan Lima Puluh mengadukan nasibnya ke Koramil 03/Lima Puluh, Senin (25/4) terkait kasus yang menimpanya bahwa ia telah menjadi korban penipuan pelaku insial Sri, istri oknum Papam Perkebunan PTPN IV Tanah Itam Ulu.
Menurut informasi diterima wartawan, Sri ini menjanjikan pada korbannya bisa meluluskan orang menjadi TNI-AD tahun 2015 lalu.
Kedatangan korban ke kantor Koramil 03 Lima Puluh diterima Bintara Tata Usahan Urusan Dalam (Batuud), Pelda Rohimin.

Dalam pertemuan itu, Suratman menerangkan bahwa sekitar bulan Mei 2015 lalu dia didatangi Sri, yang menjanjikan cucunya bernama Ibnu Ramadhani bisa lulus jadi anggota TNI-AD, asalkan korban melengkapi administrasi temasuk uang.

Singkat cerita keluarga korban pun menyanggupinya dan pelaku meminta uang kepadanya sebesar Rp60 juta yang diberikan secara bertahap.
Menurut penuturan Sutarman, bahwa pada saat memberikan uang Sri, tidak mau menanda tangani Kwitansi yang telah disiapkan. Bahkan diketahui cucunya tidak lulus masuk TNI-AD dan saat uang diminta kembali istri oknum Papam tersebut tidak mau mengembalikannya, sehingga terpaksa mengadu ke kantor Koramil.

“Kami mengumpulkan uang itu dari hasil meminjam dari tetangga dan uang Bank , sampai sekarang rumah anak saya sudah tergadai dan segera mau dilelang pihak Bank,” kata Saminam menangis.

Pada saat itu juga istri oknum Papam tersebut datang ke kantor Koramil dan mengaku bahwa uang dari Sutarman telah diserahkannya kepada seseorang di Medan untuk meluluskan Ibnu Ramadhani masuk TNI – AD.
“Saya bersumpah demi tuhan bahwa uang itu tidak ada saya gunakan untuk keperluan pribadi saya,” kata Sri.
Namun ketika ditanya, Pelda Rohimin kepada siapa uang itu diserahkan, Sri menolak ketika diminta menyebut nama.
Didepan petugas yang memfasilitasi pertemuan, Sri berjanji pada korbannya akan mengembalikan uang yang diambilnya itu secara mencicil, dan tanggal 20 Mei bulan ini akan diangsur untuk pertama kali nya.
Suami Sri, Kapten KAS Papam yang bertugas diperkebun TIU ketika di hubungi wartawan Rabu (27/4) melalui telepon cellulernya di no 081362390xxx menolak untuk ikut bertanggung jawab. “Itu urusannya, saya gak tau itu semua,” jawab Kapten KAS singkat. (jo)