Stres Melihat Tingkah Anaknya, Ayah Kandung Sonya Depari Meninggal

Medan | Sumut24
Sonya Ekarina Depari, siswi Kelas Tiga Jurusan IPS, Methodist I Medan tengah jadi perbincangan lantaran mengaku anak jenderal itu, telah dirundung duka. Ternyata ayah kandung Sonya, yang bernama Makmur Depari telah meninggal dunia sore kemarin (7/4). Diduga gak tahan dengan kelakuan sang anak yang dikutuk netizen sebab maki-maki polwan.

Kabar ini dibenarkan oleh Kapolresta Medan AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto. “Benar, ayah kandung Sonya, yang mengaku anak dari Irjen Arman Depari itu meninggal dunia,” kata Mardiaz.

Sonya Depari ternyata merupakan keponakan dari Irjen Armand Depari. Gara-gara ulah keponakannya itu, Armand meminta maaf kepada jajaran Polri dan polwan yang jadi korban makian Sonya.

Ayahnya yang bernama Makmur Depari meninggal setelah video prilaku anaknya yang memarahi polisi di Jalan Sudirman Medan, Rabu (6/4) saat merayakan berakhirnya Ujian Nasional (UN) menjadi heboh di berbagai media baik elektronik maupun internet.

Armand Depari Minta Maaf

Sementara itu, kemarin, permintaan maaf ini disampaikan atas apa yang dilakukan Sonya Depari, siswi SMA yang saat ditertibkan Polantas Medan mengaku anak jenderal. Irjen Armand Depari, Deputi Penindakan BNN Sumut itu langsung meminta maaf kepada Polri dan masyarakat. Armand sendiri menegaskan, dia melakukan pengecekan pada video tentang Sonya yang tersebar, dan setelah dicek memang keluarganya.

“Memang setelah saya dapat informasi saya tegaskan bahwa saya nggak punya anak perempuan, anak saya laki-laki,” katanya.

“Dan setelah saya mendapat video kiriman lagi, baru saya tanya kepada keluarga bahwa memang betul. Setelah itu kemudian ditegaskan bahwa itu memang keluarga besar saya,” tambah Irjen Armand Depari.

Irjen Armand mengatakan memang banyak datang pertanyaan kepada yang bertubi-tubi baik dari keluarga maupun rekan-rekannya. Ini terkait tindakan apa yang akan diambilnya atas prilaku keponakannya.

Hingga sore kemarin, jenazah ayah Sonya masih berada di RS Mitra Sejati sebelum dibawa ke kediaman keluarga besar mereka. Dalam peristiwa ini Sonya mengaku sebagai anak Arman Depari yang ternyata hanya sebagai keponakannya.

“Memang betul, (Sonya) anak saudara saya,” kata Armand Depari, Kamis (7/4). “Kalaupun saya harus marah apakah saya harus gampari? Atau dengan anak-anak seperti ini apakah harus saya laporin polisi untuk dipenjara?” jelas Arman.

Oleh karena, Arman Depari mengaku lebih baik mengambil sikap meminta maaf atas tindakan yang dilakukan oleh anggota keluarganya itu. “Saya meminta maaf terutama kepada Polri bahwa apa yang telah dilakukan keluarga saya ini memang sungguh tidak tarpuji,” katanya.

Dia juga mengapresiasi personil polantas yang katanya mengambil tindakan profesional dan mengayomi siswi yang terkena tilang.

“Saya melihat tindakan mereka cukup profesional dan sangat mengayomi. Oleh karena itu, saya dari keluarga menyampaikan permohonan maaf saya, saya kita itu,” tutup Armand.

Sebelumnya diberitakan sejumlah siswi SMA di Kota Medan yang menggelar konvoi usai ujian nasional (UN) ditangkap polisi. Mobil Honda Brio yang berisikan sekitar tujuh siswi itu diberhentikan di Jalan Sudirman dekat Hotel Polonia karena kap belakangnya sengaja dibuka. Namun, saat mobil diberhentikan dan para penumpang diminta turun.

Seorang siswi berseragam abu-abu yang berambut panjang marah-marah kepada Ipda Perida Panjaitan yang hendak menilang.

“Oke Bu, aku enggak main-main ya, kalau sampai fotoku masuk koran, aku tandai Ibu. Aku anak Arman Depari,” katanya sambil menunjuk-nunjuk polwan tersebut, Rabu (6/4).

Saat awak media kembali mengonfirmasi apakah Arman Depari yang dimaksudnya adalah Irjen Armand Depari yang kini menjabat sebagai Deputi Bidang Pemberantasan BNN, siswi ini terdiam sambil menutupi wajahnya dengan rambut. (*)