Strategi Berinvestasi Pada Iklan Online Ala Yosef Adji Baskoro Bersama Ninja Xpress

Jakarta – www.sumut24.co

Iklan sudah menjadi alat promosi yang harus diambil untuk memperkenalkan produk. Namun, masih banyak UKM yang menganggap iklan hanyalah sekedar mengeluarkan biaya promosi. Padahal dengan strategi yang tepat, iklan juga berperan sebagai alat investasi. Menurut salah satu ahli digital marketing Ninja Xpress, iklan sebagai investasi juga tak kalah penting untuk bantu memajukan usaha Anda.

Lalu, bagaimana bisa beriklan dengan optimal? Layaknya berinvestasi, Anda harus melakukan penghitungan cermat dalam beriklan di media online untuk mendapat return optimal baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Selain untuk mendongkrak penjualan dalam waktu singkat, investasi pada iklan juga efektif untuk membangun merek. Iklan menjadi salah satu fondasi penting karena dapat menjangkau target pasar dengan cepat dan luas sehingga mereka

 mengetahui, mengenal, mempercayai dan pada akhirnya membeli produk. Iklan dengan tujuan jangka panjang dapat memperkuat merek hingga dapat menjadi top of minds pelanggan.

Kali ini, bekerjasama dengan Digital Marketing Expert Yosef Adji Baskoro, Ninja Xpress siap bantu Anda berinvestasi iklan online dengan membagikan strategi pengelolaan anggaran iklan secara optimal, faktor yang harus diperhatikan saat beriklan, hingga faktor yang mengindikasi suksesnya sebuah iklan berikut:

1.Platform Beriklan

Hampir di setiap sosial media dan search engine, mulai dari Google & Facebook, Instagram, hingga TikTok, memiliki fitur untuk beriklan mempromosikan bisnisnya. Secara teknis, ini penjelasan serta contoh dari masing-masing iklan atau ads.

2.Menentukan Tujuan & Target Pasar

Ada tiga (3) tahapan yang harus diingat dalam beriklan yaitu Awareness, Consideration, Conversion. Pada tahap awareness, pebisnis ingin memperkenalkan, menginformasikan berbagai fitur dan manfaat produk, serta meninggalkan kesan yang positif terhadap merek.

Misalnya, jika Anda ingin membuat calon pembeli mulai memikirkan merek bisnis Anda, maka berikan informasi lebih lanjut dan bangun hubungan pelanggan yang baik mereka semakin tertarik. Kemudian jika tujuan conversion digunakan jika Anda ingin mendorong calon konsumen melakukan pembelian.

3.Anggaran & Perhitungan Iklan

Penentuan anggaran akan sangat tergantung dengan kondisi bisnis masing-masing. Walaupun tidak bisa digeneralisasi untuk semua industri, tetapi contoh ini bisa membantu Anda untuk menetapkan anggaran iklan. Misalnya, keuntungan bisnis 20%, maka anggaran marketing di angka 5-10% dari omzet bisnis masih dalam kategori aman. Contohnya lainnya jika Anda hanya memiliki margin profit di angka 0.1-0.5%, tentu persentase tersebut tidak dapat diterapkan. Karena itu, sebagai pebisnis harus bisa menyesuaikan anggaran sesuai kemampuan. Anda tidak perlu kecil hati bila margin kecil karena kini beriklan di media sosial pun bisa dimulai dengan hanya $1 saja.

4.Faktor Indikasi Keberhasilan Iklan

Jika tujuan Anda beriklan adalah conversion, maka matrik yang harus diperhatikan adalah ROAS (return on ads spent), di mana pengukurannya bisa dilihat dari rasio CTR (click through rate). Menurut pengalaman Yosef, ROAS yang baik itu minimum 10x dari anggaran.

Contohnya:

Budget Iklan Rp 5,000,000. Profit Minimum 20%. Omset yang harus didapatkan minimal adalah Rp 50,000,000.

Omzet 50 juta dengan asumsi profit 20%, maka total revenue yang didapatkan adalah 10 juta. Jika Anda mengurangi total revenue dengan total cost (anggaran iklan), maka akan tetap untung 5 juta.

Intinya, profit yang Anda dapatkan tidak boleh lebih kecil daripada biaya iklan yang dikeluarkan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas konten serta pengaturan iklan yang baik.

Untuk itu, Anda bisa belajar lebih banyak dan dibantu untuk menjalankan strategi iklan online bersama Ninja Xpress melalui program Creative Business Solution. Creative Business Solutions memberikan fasilitas yang bisa mendukung iklan Anda semakin optimal, mulai dari layanan foto & video produk, serta online marketing support.  (rel/w04)