Sofyan Tan : “Yang harus Dipikirkan Kesenjangan Pendidikan”

380

MEDAN | SUMUT24
Menteri Pendidikan didorong untuk lebih memikirkan kebijakan yang lebih bertujuan pemerataan pendidikan antar daerah daripada mengeluarkan kebijakan Full Day School.
Anggota komisi X DPR RI Sofyan Tan mengatakan, persoalan pendidikan terbesar saat ini adalah jauhnya kesenjangan pendidikan antara daerah di luar pulau Jawa dengan daerah di pulau Jawa baik dari sisi mutu pendidikan mau pun dari sisi fasilitas pendidikan dan bukan persoalan anak tidak bersama orangtua dari jam pulang sekolah yang berlaku saat ini hingga berakhirnya jam kantor.
Karena tidak semua orangtua di Indonesia yang menghabiskan waktunya bekerja di kantoran.
“Persoalan pendidikan kita saat ini kan kesenjangan pendidikan antara daerah di pulau Jawa dengan daerah di luar pulau Jawa.Kesenjangan pendidikan ini dipastikan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia Indonesia ke depan jika tetap dibiarkan,” ujar Sofyan Tan, Rabu (10/8).
Sofyan Tan yang berasal dari fraksi PDI Perjuangan
menyebutkan, persoalan anak tidak bersama orangtua sejak jam pulang sekolah hingga berakhirnya jam kantor merupakan persoalan di kota-kota besar seperti Jakarta dan bukan persoalan di daerah seperti
Papua,Kalimantan mau pun Sumatera.Karenanya tidak sepantasnya menteri mengeluarkan kebijakan yang hanya menjadikan persoalan di satu kota besar sebagai dasar kebijakan.
“Indonesia kan bukan hanya Jakarta atau pun Surabaya, tetapi juga kota-kota di Papua, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara atau pun Sumatera. Karenanya jangan jadikan persoalan di kota Jakarta menjadi dasar satu kebijakan yang akan berlaku secara nasional,” tegas Sofyan Tan.
Lebih lanjut Sofyan Tan mempertanyakan siapa yang akan
bertanggung jawab untuk memberi makan siang para siswa jika kebijakan ini dilanjutkan.Jika dibebankan ke orangtua,maka akan banyak orangtua yang kesulitan karena menambah biaya, tetapi jika dibebankan ke negara maka bisa dipastikan anggaran yang dibutuhkan sangat besar,termasuk menambah anggaran untuk guru karena tidak sedikit guru di negeri yang

memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan.
“Kalau kebijakan ini dijalankan, siapa yang bertanggung jawab memenuhi makan siang siswa? Siapa yang bertanggung jawab menambah pendapatan guru? Belum lagi sekolah akan kesulitan menyiapkan ruang kelas kalau jumlah kelas yang ada saat ini terbatas,” imbuh Sofyan Tan.
Pemerintah dalam hal ini menteri pendidikan dan kebudayaan

menurut Sofyan Tan hendaknya juga memperhatikan kebutuhan anak didik

terutama kebutuhan bermain,membantu orang tua bahkan juga kebutuhan menambah pengetahuan di luar bidang akademik seperti les musik mau pun olahraga.Karena itu komisi X diyakini akan memanggil menteri untukmempertanyakan kebijakan ini.
“Komisi X dipastikan akan memanggil menteri Muhadjir Effendy untuk mempertanyakan dasar kebijakan ini”, tutup Sofyan Tan. (R.05)

Loading...