Soal Bobby Melawan Kotak Kosong, Shohibul Anshor : ” Akan Menjadi Catatan Tragis Demokrasi”

277
shohibul Anshor Siregar

MEDAN I SUMUT24.co
Pilkada Medan 2020 beberapa bulan lagi akan digelar. Selain berbagai balon waikota -Wakil Walikota Medan sudah bermunculan. Namun terbesit kabar menantu Presiden Joko Widodo Bobby Nasution bakal melawan kota kosong.
Menanggapi hal tersebut Shohibul Anshor Siregar memgatakan, Jika benar Bobby Nasution melawan kotak kosong dalam pilkada Medan 2020 nanti, maka hal itu akan menjadi catatan tragis demokrasi. Calon tunggal pilkada adalah anti demokrasi.

Pasalnya pilkada itu tak hanya mekanisme sirkulasi kekuasaan politik, tetapi tak kalah penting seleksi figur, ucap Dosen Fisipol UMSU tersebut.

Pemimpin yang lahir dari mekanisme pemborongan partai agar tidak mungkin memunculkan figur lain hingga berhadapan dengan kotak kosong, adalah pemanfaatan celah buruk regulasi untuk kepentingan yang tak demokratis.

Lebihlanjut Direktur Nbasis itu, Memang ada jalur perseorangan, namun reģulasi juga acuh tak acuh tergadapnya karena kalau diingat klausul perseorangan adalah aturan yang belakangan ditambahkan. Karena itu jalur perseorangan bukan arus utama.

Meski pun demikian persekongkolan elit yañg berhasil mengukir kotak kosong sebagai lawan penjembatan untuk diakui sebagai pemimpin tidak selamanya akan berhasil meraih kemenangan. Pencalonan adalah satu hal sedang pemenangan adalah hal lain.
Kotak kosong yang jika benar akan dihadapkan dengan Bobby juga akan menjelaskan resistensi politik terhadap Jokowi, baik sebagai Presiden mau pun sebagai simatua (mertua) Bobby. Selain mempermalukan Jokowi dan keluarganya, jika memang Bobby akan berhadapan dengan kotak kosong, juga akan menjadi rapor merah menyala semua partai koalisi. Artinya, mereka takut demokrasi berjalan karena itu mereka putuskan untuk membunuhnya beramai-ramai.(W03)

Loading...