SMGP Harus Cepat Taubat,Sebelum Banyak Yang Murka

 

Madina, Sumut24. co
Banyaknya polemik pasca hadirnya suatu perusahaan yang berlebel projek strategis pemerintah pusat menimbulkan pro dan kontra ditengah public terkhusus di kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimana saat Tim Sumut24 menelusuri wilayah sekitaran PT SMGP (Soric Merapi Geotermal Power) Sibanggor Tonga Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Madina,Minggu 18/9/22

Saat Tim Sumut24 melihat seputaran dan duduk di salah satu lopo, sambil mengopi Tim berbincang bincang dengan salah satu warga, sepanjang pemanfaatan dan rasa was-was akan hadir nya perusahaan tersebut di wilayah mereka, salah satu ibu itok yang sering dipanggil menceritakan manis dan pahit nya hidup berdekatan dengan perusahaan SMGP

“Mau di awali dari mana ya, setau yang saya rasakan,sampai hari ini pribadi saya, alhamdulillah ada positif nya, di mana banyak juga bantuan dan masyarakat terkhusus Pemuda yang bisa masuk kerja, bukan disini saja bahkan diluar desa dan kecamatan ini pun ada yang di Terima kerja di SMGP, ” Ujar ito

Selain itu juga, ito melanjutkan, rasa was – was tentunya ada, mengingat namanya juga nyawa manusia, saya pun takut kalau saya atau keluarga (anak-anak),karena keluarga saya juga korban, bahkan saya sampai muntah-muntah langsung dilarikan ke rumah sakit,dan juga siapapun pasti was-was kalau mengingat kejadian tersebut (14 Mei 2021).”ungkap ito

Kembali ke tahun yang diingatkan oleh si ito, Sumut24 pernah menayangkan berita tersebut, yang mana 7 tuntutan warga kepada SMGP.saat Tim kembali bertanya, apa ito mendapatkan bantuan tersebut.

“Setelah kejadian tersebut, selang berapa lama kita juga mendapatkan bantuan itu, ya.. Pas pasan la, ” Ucap nya sambil becanda

Usai berbincang-bincang Tim, juga mendapatkan data, yang awalnya 5 korban terakhir sudah 8 korban yang dilarikan ke rumah sakit.

Tim Sumut24 di hari sabtu 17/9/22 sempat mendapatkan hasil konfirmasi dari Yani Siskartika (Head Corporate Communications) PT SMGP Terkait bocornya gass tersebut,

“PT SMGP juga memastikan bahwa kondisi pengukuran dari alat pendeteksi gas (fixed gas detector) menunjukkan tidak ada H2S atau nol, serta tidak ada satu pun alarm H2S yang aktif.

Empat warga yang mendatangi RS Permata Madina dan empat warga lainnya di RSUD Panyabungan, sedang dilakukan observasi atas keluhan yang disampaikan.

” Saat ini dapat dipastikan kondisi aman dan PT SMGP terus lakukan monitoring,” Ujar Head Corporate Communications PT SMGP Yani Siskartika, menjawab Konfirmasi Sumut24 Via WhatsApp,

Dari amatan tata bahasa yang disampaikan Yani Siskartika, saat Tim Sumut24 singgah ke salah satu lopo di panyabungan (arah balik) membahas mengenai SMGP, Fandi lubis yang bisa di bilang salah satu tokoh di salah satu desanya, perihal SMGP juga ikut terbawa suasana dalam isi intinya memesankan, “Segera Bertaubat, Sebelum Banyak mendoakan bangkrut atau Murka”Ujar Fandi

Maksudnya, Jalankan prosedur yang sudah diikat di awal baik dalam Perjanjian maupun Ikatan apapun, dan Berkomitmen dalam Perjanjian terkhusus dalam mengedepankan kesejahteraan masyarakat Madina terkhusus yang didekat kawasan tersebut dan menjaga hal terburuk yang akan menimpa masyarakat Madina terkhusus di wilayah sekitar lokasi perusahaan SMGP” Ucap Fandi

Disamping itu,Fandi juga menjelaskan secara hukum dalam Agama dimana, kalau tak dijalankan, maka ingat Doa orang teraniaya sangat cepat ketuhannya,”Pesannya

Banyaknya para tokoh dalam beberapa media sudah menunjukkan sikap Terkait komitmen pihak manajemen PT SMGP, baik yang pro maupun kontra, akan tetapi, terlepas itu semua tetap menunggu keputusan pemerintah baik itu pusat dan terkhusus dalam hal adanya polimik,tentu pemerintah Daerah lah yang menjadi penengah untuk cepat mengambil kebijakan sebelum adanya keputusan dari Pemerintah Pusat.zal