Sikap Politik Golkar di 2024, Sangkot Sirait: Indra Sudah Lompat, Jangan Campuri Partai Golkar

316

Medan I Sumut24.co
Munculnya tudingan Indra Alamsyah yang menyebutkan adanya kegaduhan menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2024 menuai kecaman dari Dewan Pimpinan Daerah (Depidar II) Soksi Sumateta Utara.

Indra Alamsyah diketahui sempat menikmati puncak karir politik dan menjadi anggota legislatif dari Fraksi Partai Golkar, kini telah lompat ke Partai lain untuk kendaraan politiknya, justru seakan lupa diri dan dianggap terlalu berlebihan.

“Bung Indra Alamsyah jangan jadi kacang lupa kulit, kalau sudah lompat dari Partai Golkar, belajarlah dewasa berpolitik di Partainya sekarang, jangan mencampuri urusan partai orang. Itu internal Partai Golkar mengenai sikap politiknya”Ujar Ketua Depidar II Soksi Sumut Sangkot Sirait S.sos melalui komunikasi selular, Sabtu (27/11/2021).

Dipaparkan Sangkot Sirait sapaan akrabnya, apa yang disampaikan Indra Alamsyah di sejumlah media merupakan suatu upaya menciptakan kegaduhan.

Baik kegaduhan di masyarakat, maupun kegaduhan di internal Partai lain, bahkan di Partai yang akan digunakan Indra Alamsyah untuk kendaraan politiknya.

“Bung Indra harus ingat, anda punya pimpinan di Partai tempat yang baru anda ingin manfaatkan sebagai kendaraan politik. Anda jangan mencampuri urusan partai orang lain. Jadi, jagalah sikap. Isitilah sekarang, ga usah kepo “Jelas Sangkot Sirait yang diketahui sedang di Jakarta menghadiri sejumlah acara Nasional Partai Golkar didampingi Wakil Ketua Depidar Soksi Sumut Benny Hidayat Pane.

Disinggung kepada Sangkot Sirait mengenai pernyataan Indra Alamsyah, mengenai kepemimpinan Edy Rahmayadi yang tidak maksimal serta menjadi sorotan elemen masyarakat yang seakan tak luput dampaknya terhadap Wakil Gubernur Sumut.

Menurut Sangkot Sirait, Indra Alamsyah harus banyak-banyak membaca PP RI No 19 Tahun 2010 Tentang Tata Cara pelaksanaan Tugas Dan Wewenang serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah di Wilayah Provinsi.

“Bung Indra harus paham, jangan hanya mengacu pada peraturan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang pelaksanaan Pilkada. Setiap warga masyarakat Sumatera Utara punya hak untuk menilai dan menentukan sikap politiknya untuk kelangsungan kepemimpinan di Sumatera Utara pada Pilkada 2024 mendatang”Tegas Sangkot.

Oleh karena itu, lanjut Sangkot Sirait sebelum mengakhiri, Depidar II Soksi Sumut mendukung kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut hingga habis masa periodesasinya.

“Kami sangat apresiasi dan mendukung penuh sikap Ketua DPD Golkar Sumut yang saat ini fokus membangun Sumut di masaperiodesasi kepemimpinannya bersama Pak Edy Rahmayadi. Karena, keberhasilan kepemimpinan mereka juga menjadi tanggungjawab DPD Partai Golkar Sumut sebagai salah satu partai pengusung Pilkada 2018” Pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) II Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengusulkan kepada Partai Golkar agar Musa Rajekshah menjadi calon Gubernur Sumut (Cagubsu) pada 2024.

Hal itu disampaikan Ketua Depidar II SOKSI Sumut, Sangkot Sirait, dalam konferensi pers di Kantor Depidar II SOKSI Sumut, Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan, Kamis,(4/11/2021) mengingat Musa Rajekshah saat ini menjabat Wakil Gubernur Sumut dan Ketua DPD Golkar Sumut.

“Usulan itu merupakan satu dari dua keputusan strategis terkait Rapat Pimpinan Daerah atau Rapimda yang kita laksanakan di Hotel Polonia, Medan, Sabtu, 30 Oktober 2021, kemarin,” Ujarnya.

Dan perlu diketahui, DPD Golkar Sumut sampai saat ini belum melakukan pernyataan sikap resmi terhadap Ketua DPD Golkar Sumut mengenai pencalonan di 2024.

Namun, merupakan kewajiban bagi seluruh kader Partai Golkar dan seluruh organisasi yang berada dalam naungan DPD Partai Golkar Sumut untuk memulai memikirkan dan mempersiapkan dukungan terhadap kader terbaik DPD Partai Golkar Sumut demi kepentingan kemenangan partai Golkar di Pilkada 2024.Red