Sepakat Bangun Jembatan Penghubung Usaha Tani

108
Pekerja Masih Melaksanakan kegiatan Rencana pembuatan jembatan penghubung desa.

 

PALAS | SUMUT24

Peraturan bersama 6 desa sepakat akses membangun jembatan usaha tani di lokasi Aek Bonal, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas).

Hasil musyawarah dimasing-masing desa atas usulan masyarakat sepakat untuk alokasi dana desa tahun anggaran 2019 membangun akses jembatan ke lokasi perkebunan dan pertanian usaha tani.

Adapun enam desa tersebut antara lain, Desa Aek. Lancat, Desa Hutanopan, Desa Gunung Manobot, Desa Bonal, Desa Pagaran Malaka, dan Desa Batang Tanggal Baru.

Rencana jembatan yang akan dibangun dengan panjang 12 meter, lebar, 2,20 meter di lokasi Aek Bonal, Kecamatan Lubuk Barumun yang merupakan lokasi lahan pertanian masyarakat.

Kepala Desa Gunung Manobot Ikwan Nasution mengatakan, rencana pembangunan jembatan ini bertujuan mempermudah akses lalulintas warga mengangkut hasil produksi pertanian dan perkebunan seperti kelapa sawit, getah karet serta padi, tidak mengalami kesulitan lagi untuk dibawa keluar dari lokasi Aek Bonal.

“Pembagunan jembatan penghubung usaha tani ini sesuai peraturan bersama enam desa yang sepakat mengalokasi dana desa tahun 2019 untuk pembagunan jembatan penghubung sebagai sarana infrastruktur untuk warga petani,” kata Ikhwan di lokasi kegiatan, Kamis(5/12).

Terpisah Camat Lubuk Barumun Subhan Syukri Daulay mengatakan, pembagunan jembatan usaha tani ini sesuai keinginan masyarakat dari enam desa yang meminta dibangun jembatan penghubung usaha tani kelokasi Aek bonal.

Dikatakan, hal ini merupakan hasil musyawarah desa dari enam desa secara sepakat membangun jembatan penghubung tahun 2019 bersumber dari dana desa.

Harapan kita, lanjut Subhan, dengan dibuka akses jembatan penghubung usaha tani ini dapat menolong perekonomian masyarakat agar lebih sejahtera.

“Dengan adannya akses jembatan ini tentu berkontribusi membangun pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama dalam mengangkut hasil produksi panen kelapa sawit, getah karet dan padi petani,” pungkasnya. (RAS)

Loading...