Seni Budaya Kota Medan Harus Terus Dilestarikan

MEDAN | SUMUT24
Kota Medan merupakan salah satu daerah yang multi etnis, mulai dari Jawa, Batak, Padang, Melayu, Cina,dan lain sebagainya. Dari setiap etnis tersebut tentu memiliki seni budayanya masing-masing. Untuk itu, kita wajib mengetahui, belajar, sekaligus melestarikan seni budaya tersebut, agar tidak tergerus oleh zaman. Khususnya bagi para generasi muda agar seni budaya Kota Medan tetap terjaga.

Hal ini dikatakan Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution, dalam pembukaan Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan 2016, di Lapangan Merdeka Medan, Senin (25/4) malam.

Menurut Akhyar, sebuah kebudayaan daerah bisa menjadi tombak bagi kebudayaan nasional. Dengan acara ini, dia berharap masyarakat bisa mulai memiliki rasa memiliki kepada seni budayanya tersebut.

“Bangsa Indonesia sendiri terdiri dari berbagai suku dan unsur kebudayaan yang berbeda-beda tetapi tetap satu ‘Bhineka Tunggal Ika’. Diera globalisasi ini, banyak kebudayaan – kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Sehingga sedikit demi sedikit kebudayaan Indonesia tercampur dengan kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia. Bahkan sampai hilang dan kita lebih memilih kebudayaan asing dari pada kebudayaannya. Kita bisa memulai dari kebudayaan daerah dan setelah itu menjadi kebudayaan nasional,” kata Akhyar.

Sementara itu, Ketua Panitia Pagelaran Seni Budaya Multi Etnis Kota Medan 2016, Hasan Basri mengatakan, acara ini sebagai salah satu upaya untuk melestarikan seni-seni budaya yang ada di Kota Medan. Hasan Basri yang juga menjabat sebagai Plt Kadisbudpar Medan menambahkan, acara ini di gelar dari 25-27 April 2016.

“Berbagai kegiatan seni budaya kita tampilkan disini, seperti tari daerah, kuliuner, pameran ukm, musik, dan lainnya. Ini juga sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang datang ke Medan,” katanya.

Ditambahkannya, acara ini juga dihadiri beberapa penggerak seni Kota Medan, Anggota DPRD Medan, dan seluruh pejabat pemko Medan. Selain itu, beberapa Komjen Negara seperti Malaysia, Jepang, India, Cina juga hadir dalam acara ini.

“Semoga dengan acara ini, masyarakat Medan bisa melestarikan dan punya rasa memiliki terhadap seni budaya yang telah kita miliki,” tutupnya. (W07)